23 April 2010

Auto Number di Oracle 10g


Skrip di bawah ini untuk membuat auto-number di database Oracle 10g

1. Cara yang Pertama

CREATE SEQUENCE ;

CREATE OR REPLACE TRIGGER
BEFORE INSERT ON
FOR EACH ROW
WHEN (NEW. IS NULL OR NEW. =1)
BEGIN
SELECT ‘PR-’ || .NEXTVAL INTO :NEW. FROM DUAL;
END;


2. Cara yang Kedua

CREATE SEQUENCE ;

CREATE TRIGGER
BEFORE INSERT ON FOR EACH ROW
BEGIN
IF (:new. IS NULL) THEN
SELECT .nextval INTO :new.
FROM DUAL;
END IF;
END;
/

3. Cara yang Ketiga

create sequence
start with 1
minvalue 1
increment by 1;

create trigger
before insert on
for each row
begin
select .nextval INTO :new.
from dual;
end;


Keterangan : Tanda <> atau kurung dihapus.

[+\-] Selengkapnya >>>>

22 April 2010

Pelajaran Hidup Dari Leonel Messi

Oleh Ali Alfarisi



Lionel Messi membela Barcelona dan Argentina

Saya bukanlah termasuk seorang pecinta bola layaknya kebanyakan anak-anak muda yang rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyaksikan pertandingan tim kesayangan mereka. Saya lebih senang memainkan sepakbola itu sendiri secara langsung sebagai bagian dari olahraga untuk menjaga kesehatan.

Tapi pertandingan perempat final leg kedua antara Barcelona yang disebut-sebut sebagai tim terbaik dimuka bumi melawan Arsenal, tim yang mempunyai passing terbaik di Liga Inggris membuat saya tertarik untuk menonton. Tapi ini juga sebagai ijabah undangan dari beberapa rekan kerja asal Malaysia untuk makan malam bersama di salah satu apartemen tempat tinggal mereka. Perbedaan waktu Indonesia dan Abu Dhabi yang lebih dari tiga jam juga membuat jam tayang laga ini jauh lebih sore, tidak seperti di Indonesia yang harus menonton jam 1.30 dini hari.



Tak ada sehelai daun pun lepas dari dahan dan jatuh ke bumi kecuali atas rencana Allah sang pemilik alam dan segala isinya, so tidak ada satu hal apapun terjadi secara kebetulan, semua sudah sesuai dengan skenario Allah. Begitupun tidak ada suatu penciptaan-Nya yang sia-sia, semuanya mengandung hikmah. Hanya bagaimana setiap individu mampu menangkap hikmah dari semua peristiwa. Dan saya mencoba mengambil hikmah atas apa yang saya lihat dari pertandingan semalam.

Memang, menyaksikan pertandingan semalam sungguh menakjubkan. Pertemuan dua tim yang mengagung-agungkan sepakbola menyerang menghasilkan suguhan permainan terbaik. Hasil akhir dari pertandingan ini tidak terlalu berpengaruh bagi pecinta bola, tapi suguhan permainan indah, bola mengalir tanpa henti dan liukan-liukan indah para pemain bintang mendrible bola, melewati dan mengelabuhi lawan, sungguh mengundang decak kagum dari penonton.

Lionel Messi, bocah boncel yang selalu rendah hati, kembali menjadi star on the stage of Nou Camp Stadium tadi malam. Empat gol yang digelontorkan pemain bertinggi 169 cm ini ke jala Manuel Alumina menjadi bukti tak terbantahkan atas superioritas sang bintang ini atas lawan-lawannya. Para penggila bola hampir dibuatnya kehabisan kata untuk memuji penampilannya. Beberapa rekan kerja asal Malaysia bahkan berkali-kali mengatakan kata-kata "gila si messi", "fantastic", "impossible" dan kata-kata lainnya yang menggambarkan kekaguman mereka atas pemain asal Argentina ini.

Drible bola yang aduhai, keeping bolanya yang menawan dan gerakan indahnya melewati barisan belakang Arsenal, sampai gerakan tipuannya yang membuat kiper Arsenal hanya melongo melihat bola lewat di atas kepalanya dan meluncur dengan sopan ke jala benar-benar membuat kagum penonton.

Tapi kali ini, sebagai orang yang selalu mencoba mengambil hikmah atas setiap kejadian yang disaksikan, saya tidak hanya melihat dari sisi sepakbolanya saja. Hanya kekaguman kepada seorang Messi atas skill mengolah si kulit bundar yang di atas rata-rata pemain lawan tidak memberka efek positif bagi kita. Ada banyak hikmah yang dapat kita ambil dan akan terbuang dengan percuma kalau kita tidak menangkapnya. Hikmah kebaikan bisa didapatkan dari siapapun, tak terkecuali dari si Messi. Setidaknya berikut ini beberapa pelajaran hidup yang saya dapatkan:

Pertama : Ukuran tubuh tidak menentukan prestasi


Leonel Messi, penyerang yang mempunyai ukuran tubuh 169 cm, sangat tidak ideal untuk sepakbola Eropa/modern. Mari bandingkan dengan Fernando Torres (Spanyol) 186 cm, Cristiano Ronaldo (Portugal) 185 cm, Ibrahimovic (Swedia) 192 cm, Wayne Rooney (England) 178 cm dan Samuel Eto’o (Kamerun) 180 cm. Lebih-lebih bila dibandingkan dengan Crouch (England) 204 cm, sangat jauh.

Saat hampir setiap tim menyiapkan barisan pertahanannya dengan para pemain menjulang semisal Rio Ferdinand (MU) 195 cm, John Terry (Chelsea) 185 cm, Vermaelen (Arsenal) 183 cm, Campbell (Arsenal) 188 cm, dan Albiol (Madrid) 190 cm dan Sergio Ramos (Madrid) 186 cm. Messi tidak pernah grogi apalagi takut dengan para pemain belakang yang siap menjegalnya.

Dia mampu bersaing dalam dunia persepakbolaan yang mengandalkan kekuatan fisik. Ternyata badan yang kecil bukan jaminan untuk kalah. Segala keterbatasan yang ada bisa menjadi sebuah karunia bila dimaksimalkan dengan baik. Dengan kekecilan tubuhnya itu akhirnya Messi justru jadi bisa bergerak lebih lincah dan bekerja lebih keras untuk menunjukan pada dunia bahwa orang kecil tidak selamanya harus minder apalagi kalah dengan para raksasa.

Begitupun kita, sebagai para pekerja migran asal Asia. Sudah seharusnya kita membuktikan bahwa ukuran tubuh yang kecil, kultur yang pendiam tidak banyak bicara, tidak berarti kita miskin kreasi. Justru kita harus kebih lincah mencetak pretasi terbaikdaripada para pekerja migran asal Europe sekalipun.

Kedua : Mengutamakan amal jama`i.

Messi terkenal pemain yang tidak hanya mementingkan dirinya saja. Kepentingan tim lebih utama baginya. Bahkan dia sering mengatakan tidak masalah baginya tidak mencatatkan namanya di papan skor, asal timnya menang. Hal ini berperan sangat penting dalam mencetak karakternya di dalam maupun diluar lapangan. So tidak heran kalau kita sering melihat Messi memberika bola kepada teman yang posisinya lebih menguntungkan, walaupun bisa saja dia menyelesaikan peluang yang didapatnya untuk dikonversi menjadi gol.

Prestasi yang dicapainya selalu diakui sebagai sebuah hasil dari kerjasama yang baik dalam sebuah tim, bukan hasil karya dirinya seorang. Begitupun kita, alangkah indahnya hidup ini bila setiap orang tidak hanya mengutamakan kepentingan individunya saja. Masih banyak dari kita yang tidak peduli dengan kepentingan bersama/orang lain, masih banyak dari kita yang lebih senang memiliki tanpa pernah berbagi. Meminjam kata-kata yang sering diucapkan oleh da`i Aa Gym, "kalau mau sholeh, jangan sholeh sendiri, kalau mau kaya juga jangan mau kaya sendiri".


Ketiga : Berkata yang baik atau diam

Setiap orang bisa dibuatnya berdecak kagum saat menyaksikan aksinya dilapangan hijau. Jutaan pasang mata dan telinga menjadi saksi atas indahnya permainannya dan banyaknya pujian untuknya. Tapi kita akan merasa kehilangan dia saat diluar lapangan karena Messi lebih banyak diam. Tidak banyak berita tentang kata-kata yang keluar darinya. Dia lebih senang menunjukan segala keahliannya dilapangan hijau, dia tidak banyak komentar seperti para pemain bintang yang lain. Pujian yang diberikan kepadanya ditanggapinya dengan biasa saja. Begitulah kita seharusnya, bekerjalah saja. Biarkan orang lain yang menilai pekerjaan kita. Tanpa harus banyak bicarapun, bila kita melakukan hal-hal terbaik toh orang lain yang akan merasakan manfaatnya dan akan menentukan penilainya kepada kita.


Keempat : Tabungan Kebaikan.

Messi bukanlah pemain yang tidak pernah melakukan salah. Tidak jarang tendangannya melenceng dari sasaran, operan bolanya yang mengenai lawan atau keeping bolanya kurang sempurna. Karena toh dia hanya manusia biasa, so kesalahan dan kelemahan tetap merupakan sebagian dari sifatnya. Tapi tetap saja ia selalu dipasang sebagai starter di lini depan timnya. Dan tidak pernah ada yang jengkel atau marah ketika dia salah dan tidak sesuai harapan. Hal ini tidak lain karena simpanan “tabungan kebaikan/gol” yang ia tunjukkan di tengah lapangan sudah banyak, sehingga orang tidak mempermasalahkan kesalahannya. Kontribusinya terhadap tim membuat rekannya melupakan segala kekurangan dirinya. Ini adalah pelajaran untuk kehidupan nyata.

Orang yang mempunyai simpanan kebaikan yang banyak akan mudah dimaafkan. Apalagi kalau setelah melakukan kesalahan itu ia mengikutinya dengan kebaikan. Orang jadi lupa dengan kesalahannya tadi. So berbuatlah banyak kebaikan, karena itu tabungan kita menjalani kehidupan. Bung Rhoma bilang "orang yang baik bukan yang tidak punya salah, tapi yang menyadari kesalahnnya dan memperbaikinya" . (dangdut mode on)


Kelima : Rendah hati (ini yang paling penting).
Tidak sedikit para legenda sepakbola maupun orang awam yang hanya pecinta bola saja membandingkannya dengan Maradona atau Pele sebagai perwakilan dari para legenda sepakbola tersohor di muka bumi, tapi ia selalu menjawab Maradona dan Pele masih tetap lebih baik darinya. Dia merasa masih belum bisa disejajarkan dengan para legenda itu dan selalu mengatakan akan meningkatnya performannya.

Luar biasa, orang yang tidak pernah berpuas diri dalam mencetak prestasi, satu prinsip hidup yang sangat layak ditiru. Sikap rendah hatinya dapat kita lihat dari gayanya saat bermain ataupun saat melakukan selebrasi atas gol yang ia cetak ke gawang lawan. Sama sekali tidak menampakkan kecongkakan seperti yang dilakukan kebanyakan pemain bintang.


Rendah hati sangat berbeda dengan rendah diri, sangat jauh berbeda. So berbahagialah orang-orang yang membiasakan kehidupan kesehariannya dengan sikap rendah hati, karena sesungguhnya merekalah orang-orang yang tinggi disisi manusia maupun disisi Tuhannya.

Pelajaran hidup bisa kita dapatkan dari siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Mari melihat Messi dari sisi kebaikan yang dapat diambil darinya saja. Jangan hanya urusan sepakbolanya saja, karena itu tidak akan memberikan manfaat apa-apa kepada kita.


Sumber : Eramuslim.com

[+\-] Selengkapnya >>>>

Suami Pilihan



Ilustrasi keluarga sakinah


Belum terlalu lama saya mengenalnya, baru sekitar 3 bulan lalu semenjak saya memutuskan untuk berlangganan ojeg dengannya. Tarif ojegnya lebih murah dibanding dengan yang ditawarkan tukang ojeg lainnya. Jika yang lain meminta Rp 7000, dia hanya meminta Rp 5000 untuk pengganti jasa mengantarkanku dari stasiun Tanah Abang menuju kantorku di Slipi.

Pak Asmadi namanya, usianya sudah kepala empat, ia mengaku sudah delapan belas tahun menjalani profesinya sebagai tukang ojeg. Pertemuan yang hampir tiap hari dengannya, membuat saya tahu tentang sedikit kisah hiudpnya, kadangkala saya dibuat kagum ketika darinya saya peroleh kata-kata bijak, nasehat, layaknya seorang bapak yang sedang menasehati anaknya.



Siapa menyangka kalau tukang ojeg yang hanya lulusan SLTA itu mempunyai seorang isteri yang berpangkat eselon 3 di salah satu kantor pemerintahan di Jakarta. Isterinya adalah lulusan pasca sarjana dari salah satu universita negeri di Jakarta. Ketiga anak yang dimilikinya semua juga berpendidikan sarjana, hanya Pak Asmadi sendiri yang hanya mengenyam pendidikan sampai tingkat SLTA. Dari hasil menarik ojeg itulah Pak Asmadi membiayai anak-anaknya kuliah.

Kadangkala Pak Asmadi juga mencari tambahan penghasilan lain misalnya dengan berdagang kambing ketika mendekati hari raya Idul Adha. Awalnya, saya berpikir hal ini sebagai sebuah kemustahilan, di benak ini selalu saja timbul pertanyaan ”Bagaimana mungkin Pak Asmadi seorang tukang Ojeg itu bisa memiliki seorang Isteri yang berpendidikan dan berjabatan tinggi di kantor pemerintahan?”.

Ada rasa tak percaya sampai di kemudian hari Pak Asmadi memperlihatkan pada saya foto Isterinya sedang dilantik oleh salah satu menteri. ”Ini mbak, foto isteri saya waktu dilantik oleh Pak Mentri, dan yang satunya itu foto saya sewaktu mendampinginya...” Tunjuk Pak Asmadi. Terlihat foto seorang wanita yang sedang bersalaman dengan seorang menteri, dan sebuah foto lagi menampilkan foto bersama seluruh jajaran pejabat dengan para pasangannya, kulihat Pak Asmadi memang ada di situ dengan baju batik coklatnya. Dari wajahnya memancar senyum bahagia begitu pula dengan isterinya.

****

Saya sering melihat rubrik kontak jodoh di salah satu media cetak di Ibukota. Bukan, Bukan karena saya berniat ingin mencari jodoh lagi, tapi hanya sekedar iseng yang benar-benar iseng. Siapa tahu ada teman yang mengiklankan diri di situ, kan bisa jadi bahan ledekanku untuknya. Salah satu contoh isi iklan perjodohan yang sering kulihat itu adalah seperti ini misalnya: Seorang wanita, 25 tahun, Sarjana, tinggi badan 160 cm, bb 43 kg, berkulit putih mulus, wajah manis, Islam, pintar mengaji, keibuan dan Pandai Memasak Mendambakan: Seorang laki-laki, perjaka tulen, minimal 26 tahun, lulusan pasca sarjana, berpenghasilan tetap (swasta/PNS), tinggi badan minimal 170 cm dengan berat badan seimbang, Islam taat, Pandai mengaji dan bersifat kebapakan.

Coba kita lihat iklan tersebut, dan perhatikanlah. Niscaya kita akan menemukan sebuah fakta bahwa seorang wanita pada umumnya menginginkan pasangan (calon suami) yang memiliki spesifikasi yang lebih baik dari spesifikasi yang dimilikinya. Baik itu dari segi fisik, tingkat pendidikan atau hal-hal kasat mata lainnya. Menurut saya hal ini sangat wajar. Karena bagaimanapun juga seorang lelaki akan menjadi pemimpin dalam sebuah rumah tangga, jadi semakin bagus kualitasnya akan semakin baik bagi keluarganya kelak. Begitu kondisi idealnya.

****

Kembali kepada kisah Pak Asmadi dan isterinya, saya menjadi tersadarkan bahwa ternyata tidak semua wanita melihat kualitas calon suami hanya dari kasat mata yang tampak saja. Rasa penasaran saya muncul menggelitiki hati, membuat saya secara diam-diam ingin menyelidiki apa alasan Isteri Pak Asmadi begitu bangga dan mencintai suaminya yang ”hanya” seorang tukang ojeg dan hanya berpendidikan setingkat SLTA.

Sementara isterinya adalah wanita karir yang sukses yang memiliki pendidikan dan jabatan yang tinggi. Tidak ada rasa malu padanya akan ”kesenjangan” itu. Suatu hari dalam perjalanan menuju kantor, Pak Asmadi mengajukan sebuah pertanyaan pada saya

”Mbak, tahu ngga resep saya supaya tidak pernah mengalami kecelakaan di jalan atau supaya tidak pernah kena razia polisi jalan?” Saya pura-pura berpikir lantas menjawab ”hmm... tidak tahu pak, apa resepnya?” ”Berdzikir mbak..” jawabnya. ”Berdzikir itu mengingat kepada Allah, bisa dilakukan di mana saja, kalau kita sehabis melaksanakan sholat baik itu sholat fardhu atau shola sunnah, usahakan jangan langsung kAsmadir dan berdiri, dzikirlah terlebih dahulu.

Dzikir juga tidak hanya dilakukan setelah sholat, tapi bisa di mana saja, termasuk di jalan raya ketika mengendarai sepeda motor seperti saya ini” ”Bapak rajin ber-dzikir? ” saya bertanya untung memancing. “Alhamdulilah mbak, setiap selesai sholat saya selalu berdzikir, bahkan dalam perjalanan saya dari rumah sampai ke stasiun saya juga selalu berdzikir, kalau tidak salah ada dalam Al-quran perintah untuk mengingat Allah dalam keadaan duduk maupun beridir, itu artinya dalam keadaan apapun kita harusnya selalu mengingat Allah kan mbak?”

“Iya, betul pak, Berdzikir dengan mengingat Allah membuat hati kita merasa tenang dan tentram, itulah mungkin yang membuat Bapak jadi tidak pernah mengalami kecelakaan saat mengendaria sepeda motor, karena saat itu Bapak berdzikir sehingga pikiran dan hati Bapak menjadi tenang, berkendaraan pun jadi tenang “ jawabku menyimpulkan. Ternyata dari Pak Asmadi, terdapat banyak hikmah. Saya bisa memunguti hikmah-hikmah itu untuk diri saya. Sekaligus menyadari bahwa Pak Asmadi ternyata orang yang taat beragama lagi berakhlak mulia, wajarlah jika sang isteri begitu mencintainya.

***

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasullullah pernah bersabda ”Jika datang kepada kalian orang laki-laki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya maka nikahkanlah dia, karena jika tidak maka akan menjadi fitnah di bumi dan juga kerusakan.” Para sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, meskipun pada diri orang tersebut terdapat kekurangan?” Beliau menjawab, ”Jika ada orang laki-laki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang kepada kalian, maka nikahkanlah dia” Artinya, jika kalian tidak menikahkan orang laki-laki yang taat beragama lagi berakhlak mulia meskipun tidak kaya atau tidak terhormat atau tidak kufu’, sedang kalian lebih menyukai orang laki-laki yang kaya, terhormat, lagi terpandang meskipun tidak taat beragama dan tidak berakhlak mulia, niscaya hal tersebt akan mengakibatkan kerusakan yang parah.

Mungkin akan banyak wanita yang hiduo tanpa suami dan banyak pula laki-laki yan hidup tanpa isteri. Akhirnya banyak perzinaan san tersebar pula perbuatan keji. Rasulullah SAW menyebutkan akhlak bersaaan dengan agama, karen akhlak berperan sangat penting sekali dalam kehidupan rumah tangga. Rasulullah tidak cukup hanya dengan menyebutkan agama saja, Sebab, terkadang ada orang yang taat beragama tetapi akhlaknya tidak cukup baik untuk kehidupan rumah tangga, bahkan berakhlak tercela dan berwawasan sempit serta fanatik sehingga dia akan meletakkan agama di sampingnya dan menggauli isterinya dengan akhlak yang tidak baik.

Akhirnya muncul kesan bahwa tingkah laku bururk itu disebabkan oleh agama. Padahal yang demikian itu merupakan keyakinan yang salah, karena Agama memerintahkan untuk mempergauli isteri secara baik.

***

Kini terjawablah sudah rasa kepenasaran saya. Isteri Pak Asmadi ternyata benar-benar telah menjalankan sabda Rasullullah SAW tersebut. Menentukan suami pilihannya adalah seorang yang taat beragama dan berakhlak mulia meskipun tidak kaya, tidak terhormat atau tidak se kufu’ dengannya. Satu pelajaran berharga yang bisa saya ambil darinya.


Sumber : Eramuslim.com

[+\-] Selengkapnya >>>>