29 Juni 2010

Indonesia Dan Kebebasan




Seorang teman pernah bercerita tentang seorang kenalannya yang berkewarganegaraan Singapura. Kabarnya ia lebih memilih tinggal di Indonesia ketimbang di negaranya. Kenapa? Bukankah di sana segala sesuatu serba tersedia. Masyarakatnya jauh lebih terpelajar. Kemudahan hidup dengan berbagai penunjang teknologi tingkat tinggi bisa ditemui dimana-mana. Pelayanan terhadap masyarakat pun jauh lebih berkualitas.


Ia hanya menjawab, karena di Indonesia saya bisa bebas melakukan apa saja. Tanpa adanya berbagai macam larangan yang berkaitan dengan disiplin hidup, dan tentunya tanpa semua denda berlipat yang mengikutinya.


Mendengar cerita ini muncul sebuah kegelian sekaligus keprihatinan. Bagaimanapun juga menjadi sebuah hal yang ironis, ada seseorang yang lebih “cinta” negara lain dengan alasan yang justru membuat negaranya memiliki kelebihan dibanding negara lain. Berbeda dengan alasan pemungutan pajak yang lebih rendah misalnya, yang mungkin relatif bisa diterima.



Keprihatinan yang muncul tentunya apabila kita mencoba merefleksikan alasan kebebasan hidup yang ia kemukakan dengan kondisi faktual di negara kita. Tanpa berusaha mengaitkannya dengan era reformasi, memang harus aku akui di negara ini kita benar-benar bisa hidup dengan “bebas” dalam arti yang sebebas-bebasnya.


Bukan pemandangan yang luar biasa apabila ada sebuah mobil mewah melintas di depan kita lalu menerbangkan sesuatu dari jendelanya yang sedikit terbuka ke jalan raya. Sesuatu itu bisa bermacam-macam. Bisa kulit rambutan, kulit duku, kertas tissue, puntung rokok, sampai gelas air mineral. Sebuah hal yang luar biasa apabila pemilik mobil mewah itu ternyata tidak terpelajar. Terlepas dari masalah kualitas otak, tampaknya bangsa Indonesia memang sudah sepakat menjadikan berpuluh ribu pulau wilayah kedaulatan bangsa sebagai tempat sampah terbesar di dunia. Silakan buang sampah di tempat yang anda suka.


Aku juga jadi ingat pemandangan beberapa minggu yang lalu. Ada seorang tukang koran yang dengan santainya (maaf) pipis di peruntukan lahan hijau sekeliling rumah kost-an tempat gue tinggal. Tempat pipisnya pun tidak jauh dari pertigaan yang padat oleh lalu lintas. Padahal ia bisa singgah sebentar ke masjid terdekat atau mencari WC umum.


Tampaknya ada lagi sebuah kesepakatan di antara warga bangsa. Indonesia juga adalah WC umum terbesar di dunia. Kebelet pipis? Take your spot anywhere. Sebuah pelayanan masyarakat tingkat tinggi yang sangat menjunjung tinggi kebebasan asasi manusia untuk pipis..


Selama kurang lebih setahun tinggal di dekat perempatan padat lalu lintas aku juga cukup mengamati bagaimana kecenderungan perilaku para pengendara. Yang paling aku ambil pelajaran adalah kapan waktu terbaik anda menyeberang jalan di perempatan. Secara normatif, ada korelasi yang cukup erat antara lampu merah dengan laju kendaraan. Lampu merah menyala, kendaraan berhenti, anda bisa menyeberang dengan tenang. Bahkan tanpa harus toleh kiri-kanan.


Faktanya tidak. Lampu merah menyala ternyata tidak lantas membuat orang menghentikan atau memperlambat laju kendaraan. Hampir di setiap saat lampu merah menyala banyak kendaraan justru berebut menggunakan kesempatan dalam kesempitan untuk secepatnya mencapai ruas jalan berikutnya. Alih-alih memperlambat dan kemudian menghentikan laju kendaraan, lampu merah menyala ternyata justru menjadi kode bagi mereka untuk menginjak gas kencang-kencang.


Hanya ada satu pilihan bagi para penyeberang. Benar-benar melihat sendiri dan memastikan bahwa semua kendaraan sudah berhenti di depan mata sebelum menyeberang. Itupun belum menjamin keamanan. Karena acapkali sebagian kendaraan yang ”belok kiri boleh langsung” melakukannya tanpa menyalakan lampu sen.



Terkadang aku membayangkan diri menjadi seorang Clark Kent dan bisa bebas menyeberang tanpa harus melakukan itu semua. Kalau kendaraan mereka ringsek menabrak aku toh bukan aku yang salah. aku tinggal terbang ke perempatan lain buat iseng-iseng melakukan hal yang sama. Sayang aku bukan Clark Kent.


Sebelum berlarut-larut dengan berbagai contoh yang lain, satu hal yang harus digarisbawahi. Mereka melakukannya dengan bebas tanpa konsekuensi apapun. Keliatannya konsekuensi baru muncul apabila ada nyawa yang melayang di perempatan. Atau ada pejabat pemerintah yang terganggu karena rumahnya bau pesing. Atau anggota DPR yang merasa pusing dengan bau sampah yang menyengat di lingkungannya.


Jadi apa kesimpulannya. Kalau anda adalah seorang opportunis, silakan nikmati “kebebasan” yang anda peroleh di negara ini. Tetapi kalau anda seorang idealis, tampaknya anda harus sering-sering melakukan terapi anger management.





Sumber : Eramuslim.com

[+\-] Selengkapnya >>>>

28 Juni 2010

FB, BB, dan Digital Colonization




Tahukah Anda? Peradaban Barat (dan juga sejumlah negara maju di belahan bumi lainnya) bisa maju disebabkan masyarakatnya secara lengkap telah mengalami berbagai tahapan kebudayaan secara linear dan utuh. Dari kebudayaan lisan, kebudayaan tulisan, kebudayaan baca, kebudayaan audio-visual (teve), dan sekarang kebudayaan cyber. Hal ini tidak dialami oleh bangsa Indonesia. Bangsa ini hanya mengalami kebudayaan lisan, lalu melompat ke kebudayaan audio-visual, dan sekarang termehek-mehek dengan kebudayaan cyber. Kebudayaan tulisan dan baca terlewat, dan sedihnya, terlupakan.




Bisa jadi, sebab itu ada perbedaan besar antara kebiasaan masyarakat Barat (dan masyarakat negara maju lainnya) dengan kebiasaan masyarakat Indonesia, salah satunya yang paling mudah dilihat adalah saat mengisi waktu luang, apakah itu sedang antre di bank, menunggu panggilan di loket rumah sakit, tengah menunggu kendaraan atau seseorang, sedang duduk di lobi hotel, atau sedang duduk di dalam kendaraan umum.


Di Barat dan di negara-negara maju, orang biasa mengisi waktu kosong atau waktu luangnya dengan membaca, apakah itu suratkabar, majalah, novel, atau buku non-fiksi. Jika bepergian kemana pun, mereka terbiasa selalu menyelipkan buku di dalam tas atau menentengnya di tangan. Sebab itu, bukan pemandangan aneh jika di dalam subway, di taman-taman, di halte bus, di depan loket berbagai instansi, di pinggir jalan, maupun di pantai, mereka selalu asyik mengisinya dengan kegiatan membaca.


Bagaimana dengan orang Indonesia? Silakan pergi ke tempat-tempat yang telah disebutkan di atas. Anda akan menemukan banyak sekali saudara-saudara sebangsa kita tengah asyik memainkan gadget mereka, bukan membaca. Sebab itu, Indonesia sejak lama menjadi pangsa pasar yang sangat menggiurkan bagi para produsen ponsel dunia. Bahkan konon, negeri ini telah menjadi semacam wilayah test pasar bagi produk-produk ponsel dunia teranyar. Dan setahun belakangan ini, ponsel dengan fasilitas chatting atau pun yang membenamkan kemampuan untuk bisa ber-fesbukan-ria laku keras. Blackberry-pun naik daun. Dan jangan heran jika di negara terkorup dunia dan nyaris masuk dalam kategori “Negara Gagal” ini ternyata bisa menjadi empat besar dunia dalam rating angka penjualan Blackberry. Blacberry dan Fesbuk telah menjadi trend masyarakat kita sekarang.  


Digital Colonization


Mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Demikianlah salah satu akibat dari trend digital sekarang ini. Fungsi asli dari FB dan situs jejaring sosial lainnya seperti halnya Friendster, Twitter, dan sebagainya adalah untuk membuat jaringan teman di dunia maya. Hal ini sangat bermanfaat bagi para marketer atau orang-orang yang memang diharuskan bergiat untuk berhubungan dengan banyak orang. Hanya saja, di Indonesia dan mungkin di negara lain, situs jejaring sosial ini malah menjadi trend yang sedikit banyak menggusur produktifitas nyata. Sekarang, lebih banyak orang menyukai melakukan kegiatan FB ketimbang membaca buku, kontemplasi, dan sebagainya. Padahal bagi kebanyakan orang, berfesbukan-ria tidak ada bedanya dengan ngerumpi dengan sesama teman di sekolah, pasar, atau pun kantor. Disibukkan dengan persoalan remeh-temeh. Wasting Time. Dengan sendirinya, produktivitas manusia menjadi menurun.


Kehadiran gadget hebat (dan mahal) seperti BB dengan media FB disadari atau tidak sekarang ini pada akhirnya hanya menjadi semacam simbol status. Di negara yang peradaban pengetahuannya sudah maju, penanda status sosial, apakah dia hebat atau tidak adalah buku. Semakin banyak buku yang dia baca maka semakin hebatlah dia di mata teman-temannya. Kredibilitas orang ditentukan oleh banyak sedikitnya pengetahuan yang didapat dari buku.


Namun di negara yang nyaris gagal seperti Indonesia terjadi parodi yang menyedihkan, penanda status sosial orang kebanyakan dilihat dari seberapa banyak dan canggihnya gadget yang kita tenteng, walau mungkin dia harus kredit untuk bisa memiliki itu. Ini sebenarnya merupakan pars pro toto, dari kecenderungan sebagian besar masyarakat kita yang memandang status orang, kredibilitas orang, status sosial orang lain, dengan sedikit banyaknya harta benda yang dimilikinya, tanpa perduli apakah dia bisa hidup kaya raya dengan merampok uang rakyat, menggelapkan uang umat, korupsi, dan sebagainya.


Hal ini menimbulkan efek domino, kian hari kian banyak orang yang ingin kaya raya dengan jalan pintas. Salah satunya dengan menjadi anggota legislatif misalnya, padahal dia sama sekali tidak mempunyai prestasi apa pun di masyarakat. Ini sesungguhnya merupakan mental bangsa terjajah.  


Bagi kebanyakan orang di sini, bagi bangsa yang belum tersentuh budaya membaca dan lebih suka dengan kebudayaan mengobrol dan menonton, maka kehadiran BB dan FB dan semacamnya, tanpa disadari telah banyak merampas waktu berharga dalam hidupnya. Banyak orang rela berjam-jam untuk ber-BB atau ber-FB-ria, dan melupakan membaca buku, padahal waktu merupakan Pedang Democles, yang tanpa ampun akan membabat siapa saja yang tidak mengunakannya dengan baik. Inilah apa yang sebenarnya disebut sebagai Digital Colonization, penjajahan digital.


Pemakaian BB dan juga FB tidaklah salah. Bagi pekerja yang banyak menghabiskan waktu di jalan dan harus selalu connect dengan rekan-rekan kerjanya, atau bosnya, atau seorang profesional yang harus selalu online, maka BB adalah hal yang amat penting. Demikian juga dengan FB, sangat vital bagi para marketer atau orang yang harus berhubungan dengan banyak orang lainnya, atau publik figur misalnya. Di tangan mereka, BB dan FB menjadi salah satu alat penunjang prestasi yang memang penting. Dan saya yakin, orang-orang seerti ini tidak akan terjerumus dalam kemubaziran pemakaian waktu karena mereka tahu kapan harus memulai dan kapan harus berhenti.


Apakah Anda sekarang telah memiliki akun di FB? Jika sudah maka manfaatkanlah dia dengan baik, tepat, dan bijak, bukan sekadar untuk wasting a time. Membaca buku atau membaca Qur’an, jauh lebih berguna untuk mengisi waktu ketimbang ngobrol. Dan jika Anda belum memiliki akun di FB, berpikirlah seribu kali, apakah Anda sudah siap untuk itu? Apakah hal itu merupakan KEBUTUHAN Anda, dan bukan sekadar KEINGINAN? Janganlah waktu yang sedikit ini dipergunakan dengan sia-sia, penuh kemubaziran. Karena Allah SWT telah memperingatkan umat-Nya jika kemubaziran itu adalah perilaku saudara-saudaranya setan. Na’udzubillah min dzalik. (Rd)





Sumber : eramuslim.com

[+\-] Selengkapnya >>>>

26 Juni 2010

Rangkul Malaysia Ganyang Israel


Indonesia dan Malaysia. Dua negara yang berpenduduk mayoritas beragama Islam ini seringkali mengalami kerenggangan hubungan. Belum hilang dari pemberitaan media, sebagaimana diberitakan bahwa Malaysia telah mengklaim kepemilikan beberapa aset kebudayaan milik Indonesia. Tak pelak hal itu membuat panas kuping sebagian masyarakat Indonesia.
Bahkan sampai ada yang menggalang dukungan untuk menyatakan perang terhadap malaysia dengan semboyan "ganyang Malingsia". Seperti halnya dilakukan oleh segelintir orang yang tergabung dalam Komonitas Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) beberapa waktu lalu di kantor PDIP lama di JL. Diponegoro. Jakarta Pusat.



Tidak sedikit terdengar selentingan-selentingan warga yang menghujat dan ingin sekali adu jotos dengan negara yang berbahasa melayu itu. Tari pendet, angklung, keris, reog Ponorogo, kain batik, lagu kebangsaan sampai masalah kedaulatan ambalat disebut-sebut sebagai pemicu permasalahan ini. Emosi masyarakat semakin meradang setelah beberapa media menyuguhkan video adegan penganiayaan sadis yang dilakukan oleh oknum warga Malaysia terhadap TKI yang bekerja disana. Ditambah lagi dengan beredarnya situs di Internet yang berisi tentang penghinaan dan pelecehan terhadap lagu kebangsaan Indonesia Raya yang di plintir liriknya.

Benar-benar membuat suasana semakin panas, walaupun belum diketahui secara pasti siapa dibalik situs tersebut. Postingan tertanggal 28 Juli 2009 memuat soal lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diplesetkan. Dalam forum yang diberi judul Lagu Kebangsaan Indonesial tersebut, seseorang dengan nama Indonsial memposting teks lagu Indonesia Raya yang diplesetkan menjadi Indonesial.

Muslim adalah saudara

Sebagaimana diketahui, Indonesia dan Malaysia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Allah SWT mengisyaratkan bahwa setiap mukmin adalah saudara, sebagaimana dalam firman-Nya:

" sesungguhnya="" orang="" mukmin="" adalah="" bersaudara="" karena="" itu="" damaikanlah="" antara="" kedua="" saudaramu="" dan="" bertakwalah="" kepada="" allah="" supaya="" kamu="" mendapat="" rahmat="">

Walaupun realitasnya kita hidup bersuku-suku maupun berbangsa-bangsa, berbeda bahasa dan warna kulit, tidak dibenarkan untuk saling mengunggulkan, bahkan saling berperang satu dengan yang lainnya atas dasar ashabiyah. Karena yang membedakan antara kita hanyalah Iman dan taqwanya, bukan ras, suku, bangsa atau yang lainnya. Dan perlu diketahui, mereka pernah lama hidup dalam satu naungan negara khilafah. Allah SWT telah memperingatkan:

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." [Al-Hujurat : 13]

Rasulullah SAW juga melarang keras sikap ashabiyah (Nasionalisme dan tribalisme) seperti itu, sebagaimana yang tercermin dalam sabdanya:

“Bukan termasuk Ummatku orang yang m engajak pada Ashabiyah,dan bukan termasuk ummatku orang yang berperang atas dasar Ashabiyah,dan bukan termasuk ummatku orang yang mati atas dasar Ashabiyah.“(HR.Abu Dawud).

Belajar dari sirah

Sebenarnya kasus pertikaian yang dialami oleh Indonesia dan Malaysia ini hampir sama seperti kisah semasa hidup Rasulullah SAW. Dimana Salah seorang tokoh Yahudi yang bernama Syas bin Qais yang sangat benci dengan bersatunya dua suku besar penghuni kota Madinah Aus dan Khazraj dalam ikatan Islam, membuat makar dengan mengirim seorang penyair agar membacakan syair-syair Arab Jahiliyah yang biasa mereka pakai dalam perang Buats. Perang Buats adalah perang yang terjadi selama 120 tahun (Ibnu Ishaq didalam Tafsir Al Mawardi)

Penyair suruhan Syas berhasil mempengaruhi jiwa sekumpulan kaum Anshar dari kalangan Aus dan Khazraj di suatu tempat di kota Madinah. Syair jahiliyah tersebut mengantarkan mereka kepada perasaan kebanggaan dan kepahlawanan mereka di masa jahiliyah dalam medan perang Buats. Perasaan kebangsaan dan kepahlawanan kaum Aus maupun Khazraj itu memuncak hingga mereka lupa bahwa mereka sesama muslim. Yang Aus merasa Aus dan yang Khazraj merasa Khazraj. Dalam puncak emosi perang itu mereka akhirnya berteriak-teriak histeris ”Senjata-senjata!”.

Dalam situasi kritis itulah, Rasulullah datang bersama pasukan kaum muslimin untuk melerai mereka. Rasulullah SAW bersabda:

“Wahai kaum muslimin, apakah karena seruan jahiliyah ini (kalian hendak berperang) padahal aku ada di tengah-tengah kalian. Setelah Allah memberikan hidayah Islam kepada kalian. Dan dengan Islam itu Allah muliakan kalian dan dengan Islam Allah putuskan urusan kalian pada masa jahiliyyah. Dan dengan Islam itu Allah selamatkan kalian dari kekufuran. Dan dengan Islam itu Allah pertautkan hati-hati kalian. Maka kaum Anshar itu segera menyadari bahwa perpecahan mereka itu adalah dari syaithan dan tipuan kaum kafir sehingga mereka menangis dan berpelukan satu sama lain. Lalu mereka berpaling kepada Rasulullah SAW. dengan senantiasa siap mendengar dan taat…” (Sirah Ibnu Hisyam Juz 1/555).

Kesimpulan

Masalah kebudayaan asalkan tidak bertentangan dengan syariah, itu tidak mengapa. Milik indonesia juga milik Malaysia, milik Malaysia juga milik Indonesia (terkait kepemilikan umum). Toh kepemilikan hakiki adalah kepunnyaan Allah SWT. Kaum Muslim adalah saudara. Baik yang berada di Indonesia, Malaysia, brunei, Irak dan dinegri-negri lainnya tidak dibenarkan untuk saling berperang satu dengan yang lainnya. Umat Islam harus waspada dengan politik "devide et impera" yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam. Mereka sadar betul jika Islam bersatu, maka Islam akan menjadi kekuatan yang sangat luar biasa baik secara geopolitik maupun secara geoekonomi. Itu berarti penjajahan mereka akan berakhir.

Sudah semestinya kita rangkul Malaysia. Bersatu dalam ikatan akidah Islam.Dalam naungan Khilafah, menjadi negara besar, kuat, bermartabat dan yang terpenting mendapatkan ridho-Nya. Kita galang kekuatan "ganyang zionis Israel"

Wallohu a'lam bi ash-showab

Jazakumullah khoir.

Saudaramu, Ali Mustofa Abdurrahman.


Sumber : Eramuslim.com

[+\-] Selengkapnya >>>>

Etika Bergaul Seorang Muslimah


Ilustrasi


Bukan dari tulang ubun ia diciptakan sehingga lupa akan pujian, bukan juga dari tulang kaki karena khawatir akan diinjak dan direndahkan. Melainkan ia diciptakan dari tulang rusuk, dekat dengan dada untuk dilindungi dan dekat dengan hati untuk dicintai.

Akhwat beda dengan ikhwan. Dalam menjalankan aktivitas pun sangat berbeda. Tapi hukum syara’ memandang sejajar antara ikhwan dan akhwat. "Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan," (QS Al Isra ; 70)



Karena saya akhwat, pastinya saya akan membahas aktivitas akhwat batasannya seperti apa saja. Kadang, jika saya melihat dan menilai, secara tidak sengaja telah terjadi pelanggaran hukum syara'. Biasanya, di kalangan akhwat terjadi pelanggaran hukum syara’ dalam konteks ijtima’l atau pergaualan dengan lawan jenis. karena mereka belum memahami aktivitas mana saja yang termasuk hayatul khas dan hayatul ‘aam. Di kalangan ikhwan pun terkadang ada pelanggaran hukum syara’ karena sikap yang kurang tegas dan kurang mengetahui batasan aktivitas akhwat itu seperti apa saja, dalam konteks hubungan demi maslahat masing-masing yang sesuai dengan hukum syara’ dan selanjutnya karena godaan Syetan..Hayatul ‘aam atau kehidupan umum bagi akhwat adalah seputar kehidupan yang menyangkut perkara pendidikan, mu’amalah, kesehatan. Hayatul ‘aam, bagi akhwat, maknanya bahwa ia boleh bercerita tentang ketiga perkara tadi, selebihnya tidak boleh karena sudah menyangkut hayatul khas..Bagi ikhwan manapun hanya cukup untuk mengetahui ”hayatul ’aam” kehidupan umum-nya saja, seperti contoh diatas ; pendidikan, tempat tinggal, hobi, aktivitas di lembaga dll. Sedangkan hayatul khas, sudah sangat privasi sekali yang menyangkut kehidupan pribadi (keadaan keluarga, keadaan dirinya) di luar itu konteksnya sudah hayatul khas.Bagi akhwat tidak boleh menceritakan hal-hal pribadi pada ajnaby (orang asing). Akhwat boleh menceritakan hal-hal terkait pribadinya jika ia telah dikhitbah untuk lanjut ke jenjang pernikahan.Dan ketika berinteraksi dengan lawan jenis akhwat diharapkan bertindak dan berbicara seperlunya saja, tegas dan jelas. Dalam aktivitas yang berkaitan dengan lawan jenis, seorang akhwat seringkali mudah melakukan pelanggaran. Mungkin karena secara psikologis akhwat memiliki karater ingin diperhatikan atau malah kadang cari perhatian agar bisa berinteraksi dengan lawan jenis, apalagi kalau sudah menyangkut "masalah hati."Yang dimaksud hal-hal yang kita harus bisa menjaminnya adalah kemungkinan timbulnya fitnah. Mungkin kita bisa berdalih dengan mengatakan "Saya dengan dia cuma teman, hanya sebatas sharing ilmu." Tapi saya berpendapat sebaiknya dicari "aman" nya saja, karena fitnah itu diibaratkan mencemarkan dan menjatuhkan kehormatan seorang akhwat dan manjaga ’iffah / kehormatan itu wajib hukumnya.

Apa yang akan saya paparkan adalah aktivitas akhwat dalam konteks hubungan interpersonal dengan ikhwan / ijtima’I:


1.Hayatul ‘Aam

Tapi berinteraksi dengan ikhwan dalam konteks mendiskusikan ilmu, menurut saya ini dibolehkan, tapi, ada beberapa hal kita sendiri bisa menjaminnya sesuai dengan perkataan Rasulullah Saw, "Jika kalian tidak memiliki rasa malu maka bertindaklah sesuka kalian."

Mubah hukumnya untuk berinteraksi dengan ikhwan dalam masalah ilmu, kareka khawatir seorang akhwat akan menceritakan sesuatu yang masuk dalam wilayah khas, sehingga yang mubah menjerumuskan ke haram.

Bagaimana dengan diskusi di forum internet atau milis? Menurut saya, dalam wilayah ini sifatnya lebih 'aam karena diketahui banyak orang pembahasannya pun seputar perkara yang dibolehkan. Dalam hal ini saya ingin mengutip perkataan Abu Bakar, "Berhati-hatilah dalam bertindak karena dari hati-hati tadi memberikan manfaat bagimu."


2.Hayatul khas

Hayatul khas atau kehidupan khusus adalah perkara seputar pribadi dan ini hanya boleh di ketahui oleh keluarga ‘mahram’ dan sesama kaum perempuan dalam lingkungan kita. Contohnya, menceritakan keadaan dirinya dan keluarganya, target hidup, target dakwah dll. secara detil, kecuali seorang akhwat sudah dikhitbah.

Seorang ikhwan yang faham akan apa arti kehormatan bagi seorang akhwat pasti maklum atas sikap tegasn seorang akhwat dan tidak dimaknai sebagai sikap jaim (jaga image) atau jutek, terlalu saklek atau apalah namanya. Tegas bukan berarti memaksa agar pandangannya di terima atau egois tapi demi menjaga kehormatan.

Intinya, dalam hal ini sangat dibutuhkan ketegasan dari masing-masing pihak, baik maupun akhwat untuk menjaga 'iffahnya masing-masing. Rasulullah Saw bersabda, "Sesungguhnya perkara halal itu jelas, dan perkara haram itu jelas; serta di antara keduanya terdapat perkara mutasyabihat yang kebanyakan orang tidak mengetahuinya. Barangsiapa yang menjauhi syubhat, sungguh ia telah terbebas dari dosa, dalam agama dan kehormatannya. sebaliknya, siapa yang terjerumus pada perkara syubhat berarti ia telah terjerumus dalam perkara haram," (HR. Imam Bukhari, Muslim dan ashabun Sunan)

Rabbanaghfirlanaa dzunuubanaa isyraafanaa fii amrina. Wallahu’alam.


Penulis: Shinta Mardhiah Alhimjarry, Bandung

syi_khilafah@yahoo.co.id



Sumber : Eramuslim.com

[+\-] Selengkapnya >>>>

Mengenal Malaikat Maut


Ilustrasi

Diciptakannya Malaikatul Maut oleh Allah Ta'ala adalah untuk memegang mati (pencabut nyawa). setelah Malaikatul maut itu diberi tugas untuk mencabut nyawa, ia bertanya "Ya Tuhanku, apakah gerangan maut itu ? "Maka Allah Ta'ala memerintahkan hijab untuk membukakan diri dan tahulah Malaikat Maut akan kematian. Kemudian Allah berfirman kepada sekalian malaikat " Mendekatlah kamu semua dan lihatlah Malaikatul Maut ini! Setelah semua Malaikat mendekat, Allah berfirman kepada Malaikatul Maut : "Terbanglah di atas mereka dan bentangkan seluruh sayapmu serta bukalah semua matamu!" Ketika malaikatul Maut menuruti semua perintah Allah Ta'ala, sekalian malaikat pun tersungkur dan pingsan selama 1000 tahun.

Ketika para Malaikat telah siuman kembali, mereka bertanya kepada Allah "Ya Tuhan kami, mengapa engkau menciptakan yang lebih besar dari makhluk ini ?" Allah berfirman " Aku yang menciptakannya dan Aku lebih besar darinya. seluruh makhluk akan merasakan darinya!" kemudian Allah melanjutkan firmannya: " Ya Izrail cabutan nyawa (mati) telah aku pasrahkan kepadamu untuk mencabutnya! "Izrail bertanya, "Ya Tuhanku, dengan kekuatan apa aku mencabut nyawa, karena sesungguhnya mati itu lebih besar daripada aku.

Kemudian Allah pun memberi kekuatan pada Izrail, untuk mencabut mati, dan digenggamlah mati itu di tangannya. dan maut (mati) itu berkata, " ya Tuhanku, izinkanlah aku untuk memanggil sekali saja seluruh langit!" Allah pun mengizinkannya. Kemudian Maut memanggil seluruh langit dan isinya dengan suara yang keras : "Aku adalah Maut!. Yang memisahkan tiap-tiap kekasih, Aku adalah maut yang memisahkan anak dengan ibunya! Aku adalah Maut yang memisahlkan saudara laki-laki dengan saudara wanita! Aku adalah Maut yang meramaikan kubur! Meskipun kamu berada di gedung besi yang terkunci rapat, Aku akan memburumu dan menemukanmu. Tidak ada seorang makhluk pun, kecuali akan merasakan aku!"

Sesungguhnya orang-orang kafir & munafik adalah orang-orang yang celaka, ketika maut mendatangi mereka, Malaikat Azab yang hitam mukanya turun di sisi kiri mereka, dengan mata melotot dan dengan memakai pakaian diri siksa(azab). Lalu Malaikat Azab duduk agak jauh dari si kafir, samapai datang malaikat maut, untuk mencabut nyawa orang kafir dan munafik, malaikat maut datang dalam bentuk yang sangat menyeramkan.

Maka berkatalah orang kafir yang telah mati itu, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku, agar aku berbuat amalan shalih yang pernah aku tinggalkan. Dan berfirman Allah Ta'ala " Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sedikitpun dan tidak pula mendahulukannya.”

Maka dicabutlah nyawa oleh Malaikatul Maut. Jika orang itu beriman, maka ia akan bebahagia. Namun jika orang itu munafik ia akan celaka, karena apa yang diperbuatnya di dunia senantiasa dipoantau dan amalannya ditulis dalam kitab.


Malaikat Maut dan Cara Mencabut Nyawa


Di sebutkan dalam kitab ”As-Suluki” Bahwa Muqatil bin Sulaiman pernah berkata: Malaikat maut itu mempunyai ranjang yang terletak di langit ketujuh, ada yang mengatakan, di langit keempat. Allah Ta’ala menciptakan maut dari cahaya. Ia mempunya 70.000 kaki dan mempunyai 4000 sayap, yang seluruh jasadnya dipenuhi dengan beberapa mata & lisan. Tidak ada seorang pun dari anak turun Adam, burung, termasuk setiap makhluk yang mempunyai nyawa, kecuali dirinya berada dalam kekuasaan malaikat maut.

Ia mempunyai wajah, mata, tangan dan telinga yang jumlahnya menurut bilangan seluruh manusia maupun makhluk yang bernyawa lainnya, maka ia mencabut ruh dengan menggunakan tangannya itu. Ia melihat dengan wajahnya tepat pada wajah manusia. Demikianlah cara ia mencabut nyawa para makhluk. Ketika seseorang telah meninggal, maka hilanglah dari jasadnya gambar orang tsb.

Dikatakan dia berwajah empat, satu wajah di muka, satu wajah di kepala, satu dipunggung dan satu lagi di telapak kakinya. Dia mengambil nyawa para nabi dari wajah kepalanya, nyawa orang mukmin dengan wajah mukanya, nyawa orang kafir dengan wajah punggung dan nyawa seluruh jin dengan wajah tapak kakinya.

Sebelah kakinya berada di jambatan neraka dan sebelah lagi di Syurga. Andaikata dituangkan seluruh laut dan sungai ke atas kepalanya, nescaya tidak akan jatuh walau setiitk airpun ke bumi menunnjukkan betapa besarnya jasadnya.

Malaikat Maut telah bertanya kepada Allah SWT tentang cara mencabut nyawa seseorang itu katanya : “Wahai Tuhanku, katakanlah kepadaku bagaimanakah akau hendak mencabut nyawa seseorang itu dan dalam keadaan yang macam mana ?”

Allah SWT menjawab : “Wahai Malaikat Maut, ilmu itu adalah asing sekali. Tiada siapapun yang mengerti kecauli Aku tetapi Aku akan memberitahu kedatangan waktunya kepadamu dan Aku buat tanda-tanda kepadamu yang berdiri padanya”.

Menurut Kabil Akbar katanya : “Allah SWT telah menciptakan sebuah pohon di bawah Arsy yang mana daunnya sama banyak dengan bilangan makhluk yang Allah ciptakan. Jika seseorang itu telah diputuskan ajalnya, maka umurnya tinggal 40 hari dari hari yang diputuskan. Maka jatuhlah daun itu kepada Malaikat Maut, tahulah bahawa dia telah diperintahkan untuk mencabut nyawa orang yang tertulis pada daun tersebut.

Setelah itu mereka menyebut orang yang tertulis pada daun tersebut sebagai mayat di langit, padahal dia masih hidup di dunia untuk tempoh 40 hari.
Kemudian akan jatuh dua titisan dari arah Arsy pada daun tersebut yaitu sama ada titisan hijau ataupun putih. Hijau menandakan bakal si mayat akan mendapat kecelakaan sementara putih mengambarkan dia akan mendapat kebahagiaan.

[+\-] Selengkapnya >>>>

Hamil Karena Internet


Kepandaian kaum pria dalam bujuk rayu, pujian-pujian dan perhatiannya yang dalam serta berlebihan yang dapat memabukkan kaum hawa dapat ditemukan melalui internet. Hal ini merupakan salah satu modus operandi para pria yang tidak bertanggung jawab dalam menggaet wanita melalui internet.



Kepiawaian seorang pria melantunkan kalimat demi kalimat membuat siapapun yang membaca sapaannya menjadi tergetar hatinya dan merasa tersanjung. Terlebih lagi wanita terkenal yang mempunyai sifat senang dipuji dan disanjung.


Hubungan via internet adalah suatu hubungan yang murah dan mudah didapat. Bila tingkat hubungan itu sudah dekat, sang wanita bisa terbuka sekali menceritakan hal-hal apa saja, dari masalah keluarga, orangtua, kawan dekat sampai hal yang paling pribadi sekalipun. Sementara sang pria dengan bijaksananya menjawab dan seakan-akan mendengarkan serta memahami semua permasalahan tanpa sedikitpun menyalahkan.



Gayanya bagaikan pahlawan yang melindungi serta membuat sang wanita merasa tenang dengan jawaban-jawaban yang sebetulnya sang wanita sudah mengetahui juga.


Perjumpaan demi perjumpaan melalui situs internet membuat wanita sanggup berjam-jam duduk di depan layar komputernya. Sehingga ketika kedekatan hati mulai semakin dalam, dan bibit kepercayaan pada sang pria berkembang subur, hal ini membuat sang wanita merasa nyaman dan aman.


Hal ini berakibat ketika sang pria mangajaknya keluar untuk berjumpa di alam nyata, maka sang wanita yang sudah merasa kenal dekat dan merasa aman dengan sang pria tersebut, kemudian mengikuti saja kemauan sang pria. Hal ini terus berlanjut bahkan sampai terjadi kehamilan yang kemudian terungkap di surat kabar Negara Jiran.


Beberapa wanita dengan membalikkan muka pada layar surat kabar, memberikan kesaksian bahwa facebook yang menjadi hobi baru bagi mereka, kemudian membuat mereka mudah merasa dekat dengan pria yang tak dikenal. Hal pada akhirnya menimbulkan godaan-godaan dan mengakibatkan terjadinya pergaulan bebas yang menjerumuskan, sehingga berujung pada kehamilan beberapa wanita di luar nikah.


Seiring dengan kehamilan yang diderita, maka sang wanita menjadi semakin sulit menemukan pria pujaannya yang tiba-tiba menghilang dari situs facebook. Sebelum terjadi kehamilan, biasanya sang pria terlihat sibuk online tujuh kali dalam sehari. Bila dipanggil untuk online pun dengan ramah dan segera menjawab cepat.


Namun sekarang tiba-tiba sama sekali hilang, walau layar komputer dinyalakan siang dan malam. Tidak ada satupun tanda-tanda si lelaki hadir di layar tersebut untuk sekedar berbasa-basi, apalagi membicarakan kehamilan yang dialami sang wanita.


Rasa ditinggalkan dan diacuhkan, perlahan membuat sang wanita merasa ketakutan dan panik, sehingga membuat mereka beralih membenci layar teknologi, dan kemudian menyalahkan dirinya sendiri, mengapa mengenal dan menggunakan teknologi di komputer.


Sebetulnya bila kita melihat lebih dalam, bahwa komputer itu sama dengan pisau, tergantung dari siapa yang menggunakannya. Bila digunakan untuk memotong sayur dan mengupas jeruk tentu saja pisau sangat bermanfaat, tapi bila untuk membunuh diri, pisau menjadi benda yang mengerikan. Begitupula dengan facebook, internet dan komputer, dikembalikan lagi kepada sang pengguna.


Bila yang menggunakan internet adalah wanita beriman yang pandai menjaga diri dan martabatnya serta tidak sembarangan mengenal dan berhubungan dengan pria yang dijumpainya di layar internet, maka penggunaan komputer dan internet adalah hal yang baik dan mendatangkan manfaat bagi umat, keluarga dan dirinya.



Komputer dan internet dapat membuat wanita menjadi pandi, karena sesungguhnya bergudang ilmu terdapat disana, namun bila wanita lebih sering menghabiskan waktunya untuk ber-facebook, maka kemudaratanlah yang akan timbul, selain daripada perjumpaan dengan pria yang tidak dikenal yang dikhawatirkan akan membawanya pada jurang kemaksiatan.


Hal ini juga membuat sang wanita lupa dengan keluarga, terlebih jika sang wanita adalah seorang istri dan ibu, maka berapa banyak waktu yang seharusnya digunakan untuk ibadah dan bermuamalah dengan keluarga, malah dihabiskan dengan facebook.


Begitupun bagi yang belum menikah, apakah tega meninggalkan orang tua termenung sendiri di kamar, sedangkan sang wanita lajang, asyik sendiri di kamar ber-facebook ria.


Kembali kepada iman, dan akhlak wanita dalam menggunakan technologi, sebagaimana seseorang menggunakan pisau. Untuk bunuh diri kah, atau untuk memotong sayur mayor.


Quiz : Wanita yang paham menggunakan internet biasanya adalah wanita yang cerdas dan berpendidikan, namun mengapa masih mudah juga terjerumus sehingga sampai hamil akibat dari pergaulan melaului internet?



Sumber : Eramuslim.com

[+\-] Selengkapnya >>>>

Pensiun dari Facebook




Awal September 2009.

Telepon Jamal bordering, terdengar suara istrinya diseberang sana.

“Papa, Rastri udah ngelahirin, bayinya cowok. Ga jadi cesar, karena menurut dokter bisa normal” telepon Jasmine ke suaminya Jamal.

“Alhamdulillah, akhirnya lahir dengan normal” jawab Jamal mengingat adik bungsunya Rastri yang kesulitan dalam proses persalinan. Buru-buru dia menelpon adiknya Rastri untuk menanyakan kabarnya dan kesehatan bayinya.


“Hai, Rastri aku kirimin dong foto baby-mu?” Tanya Jamal via telepon ke adiknya itu.

“Aku udah upload di facebook. Bisa dicheck statusku” jawab Rastri ke abangnya

*****************************************

Oalah, Jamal demam facebook juga. Dulu pernah istrinya Jamal membuka account friendster untuk pertemanan, namun Jamal tidak menyukainya. Alasannya, tidak ada gunanya dan membuka peluang pertemanan dengan cowok lain. Pokoknya bisa jadi akan timbul gejolak di hati yang bisa menjadi fitnah!

*****************************************


Begini awalnya. Januari 2009. Jamal bertemu teman lama di SMA. Dari temannya ini, Jamal tahu bahwa teman-teman SMA berkumpul di ajang facebook. Mereka berdua berhaha-hihi menanyakan kabar teman-temannya yang lain. Ujung-ujungnya, si kawan lama ini minta Jamal gabung dengan grup alumni SMA di facebook. Biar gaul, alasan kawan tersebut!

Jadilah Jamal berkutak-katik bagaimana caranya gabung ke facebook. Beli blackberry nggak mungkin. Akhirnya ketemu juga settingan GPSR di hape Nokia-nya, biar bisa akses internet. Jadi juga Jamal “main” facebook. Ketemu banyak teman SMP, SMA, kuliah dan teman-teman kantor di pelosok daerah. Gak pandang bulu, cowok ataupun cewek. Hati Jamal sedikit gundah, dia merasa mengkhianati istrinya. Dulu dia melarang istrinya maen friendster, eh sekarang malah Jamal kegilaan facebook.


Ah, ini kan Cuma pertemanan biasa, kata hati Jamal yang lain. Dari melihat update status dan comment status kawan-kawan di facebook, Jamal mulai melihat foto-foto kawanya yang perempuan atau foto istri-istri kawannya. Hati Jamal berdesir, ah ini kan tidak boleh. Tapi ini khan buat pertemanan, lagian tidak ada niatan apa-apa koq, hibur hati Jamal yang lain.

***************************************

Pertengahan September 2009. Klik, Jamal mengunci pintu rumah. Jamal melepas sepatu dan bergegas ke meja makan. Maklum belum makan malam, kena macet di jalan. Istrinya Jasmine menyiapkan makan malam.

“Papa, tadi Rastri sms-an sama aku” cerita Jasmine

“Oh ya, bagaimana kabar Rastri?” Tanya Jamal sambil mengambil piring.

“ Kabar baik, katanya anaknya mirip ama Rastri” jawab Jasmine.


“ Mirip Rastri ya, pasti matanya besar” cetus Jamal.

“Papa gak usah pura-pura deh. Bukannya Papa yang bilang begitu di comment statusnya Rastri. Papa mainan facebook khan” serang Jasmine.

Jamal terdiam. Sebuah vonis dijatuhkan. Satu sisi dia bersyukur bisa sembuh dari kemunafikan. Sisi lain dia tidak tahan melihat Jasmine bersedih dan tubuhnya bergetar.

“Papa dulu khan melarang Mama ikut friendster. Alasannya karena banyak mudharatnya, sekarang malah Papa mainan facebook. Papa sudah menodai kepercayaan Mama pada Papa” tangis Rastri.

“Tapi ini khan gak ada apa-apa Ma” elak Jamal.


“Bagaimana tidak ada apa-apa, bukannya setiap komentar ada foto-fotonya. Kalo ada foto teman Papa yang wanita, apa Papa merasa nyaman melihat wanita bukan muhrim. Bukankah hati kita mudah tergoda untuk melihat lawan jenis” jelas Jasmine. “Iya, Ma. Papa salah. Mohon dimaafkan” jawab Jamal.

“Jangan karena takut sama manusia Pa. Takutlah kepada Allah akan dosa zina mata dan hati” saran Jasmine sambil menangis. “Pokoknya Papa harus tutup itu facebook, kecuali kalau sama Rastri ya boleh saja berkomunikan. Mama ikhlas dunia akhirat hanya itu saja. Terus copot itu foto Papa, bikin wanita lain tergoda juga. Istighfar Pa” pinta Jasmine. “Bukannya Papa bilang ih, amit-amit, facebook khan bikinan Yahudi. Kenapa sekarang Papa lupa semua itu.” Kata Jasmine


Jamal lirih “ Astaghfirullahal azhim. Ya Ma, besok Papa akan hapus pertemanan dengan kawan-kawan lain”. Jamal terdiam, lidahnya kelu, matanya menangisi dirinya yang bodoh selama 9 bulan terakhir ini.

Betapa banyak waktu tersia-siakan untuk update status dan baca komentar status “yang nggak penting banget” atau status “saru” dari kawan-kawannya. Betapa sering mata melihat foto-foto teman wanitanya di facebook. Hati Jamal sempat berdesir, ah cantik juga ya sekarang. Beda sama Jasmine ya. Nah, setan mulai menggodanya untuk menjadi teman dari temannya di facebook itu. Tidak, saya harus berhenti dan bertaubat dari kegilaan ini, tekad Jamal. Biarin saja dibilang nggak gaul, yang penting agama saya selamat dan rumah tangga utuh.

*****************************************

"Telah ditulis bagi setiap bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya, kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lidah (lisan) zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah melangkah, sementara qalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluanlah yang membenarkan (merealisasikan) hal itu atau mendustakannya". [HR. Al-Bukhoriy (5889) dari Ibnu Abbas, dan Muslim (2657) dari Abu Hurairah]


*****************************************

Akhir September 2009. Update status. Jamal : “MOHON MAAF REKAN-REKAN, KALAU ADA SALAH KATA. MAU PAMITAN DARI facebook”. Dhes, Jamal menghapus semua pertemanan di facebook. Juga men-delete foto profilnya. Jamal pensiun dari facebook yang diminatinya 9 bulan terakhir. Hal-hal yang mungkin bisa menyelamatkan agamanya dan menghindarkannya dari zina mata-zina hati dan fitnah yang lebih besar. Kapan Anda pension?

(inspirasi dari curhat teman)

Abu Abiy.






Sumber : Eramuslim.com

[+\-] Selengkapnya >>>>

Mukjizat dari Sholawat Nabi Muhammad SAW

Shalawat Nabi SAW dipercaya telah menjadi syafaat, rahmat, berkah, dan obat yang orisinil untuk menyelamatkan kehidupan seseorang baik di dunia maupun di akhirat. Bahkan kerap kali shalawat ini memutarbalikkan sebuah fakta inderawi. Berikut beberpa buah kisah yang bertutur tentang keajaiban shalawat.

SEORANG SUFI DAN PENJAHAT

Konon seorang sufi menceritakan pengalaman hidupnya tentang keajaiban dari shalawat Nabi SAW. Ia menuturkan bahwa ada seorang penjahat yang sangat melampaui batas yang kehidupannya hanya diisi dengan perbuatan-perbuatan maksiat. Demikian tenggelamnya penjahat itu ke dalam lumpur kemaksiatan seperti kebiasaan mabuk-mabukan, ia tidak bisa lagi membedakan mana hari kemarin, hari ini, dan hari esok. Sang sufi lalu menasehati sang penjahat agar ia tidak mengulangi lagi kedurhakaannya, dan segera bertobat pada Allah SWT. Namun demikian, penjahat tetaplah penjahat, nasehat sang sufi tidaklah digubrisnya. Ia tetap bersikeras untuk melakukan perbuatan-perbuatan bejatnya sampai sang ajal datang menjemputnya. Sang penjahat, menurut sufi, benar-benar yang bernasib tidak baik karena ia tidak sempat mengubah haluan hidupnya yang hina dan bahkan tidak sempat bertobat. Secara logis, sang sufi mengatakan bahwa si penjahat akan dijebloskan Allah SWT ke dalam azab neraka. Namun apa yang terjadi?


Pada suatu malam, sang sufi bermimpi, ia melihat sang penjahat menempati posisi yang amat tinggi dan mulia dengan memakai pakaian surga yang hijau yang merupakan pakaian kemuliaan dan kebesaran. Sang sufi pun terheran-heran dan bertanya pada sang penjahat, “Apakah gerangan yang menyebabkanmumendapatkan martabat setinggi ini?” Sang penjahat menjawab, “Wahai sang sufi, ketika aku hadir di suatu majelis yang sedang melakukan dzikir, aku mendengarkan orang yang alim yang ada disitu berkata, “Barangsiapa yang bershalawat atas Nabi Muhammad SAW niscaya menjadi wajib baginya mendapatkan surga.” Kemudian sang alim itu mengangkatkan suaranya demi membacakan shalawat atas Nabi SAW dan aku pun beserta orang-orang yang hadir disekitarnya mengangkat suara untuk melakukan hal yang sama. Maka, pada saat itulah, aku dan kami semua diampuni dan dirahmati oleh Allah SWT Yang Maha Pemurah terhadap nikmatNya.

SEORANG IBU DAN ANAKNYA

Dikisahkan pula bahwasanya ada seorang wanita yang memiliki anak yang sangat jahat dan hari-harinya pun dilalui dengan lumuran dosa. Si ibu yang merupakan sosok wanita shalihah yang menyadari anaknya seperti itu, tentu saja menyuruh si anak untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruknya dan kemudian berbuat kebajikan serta tidak berpindah lagi kepada kebiasaan buruknya tersebut. Tetapi, anaknya tetap membandel, ia tidak mau berpindah dari kelakuan jahatnya yang telah dilakukannya selama ini. Perbuatan maksiat itu terus dilakukannya sampai ia menemui ajalnya. Maka bersedihlah sang ibu demi melihat anaknya yang mati tanpa tobat, dimana ia tidak melihat satu sisi pun dari kehidupan anaknya yang akan menyelamatkannya di hadapan Tuhan Penguasa Akhirat. Sang ibu tampaknya pasrah dengan nasib buruk yang akan dialami oleh sang anak di dalam kubur dan lebih-lebih di neraka.

Di suatu malam, ketika wanita itu tertidur, ia bermimpi tentang anaknya disiksa oleh malaikat penjaga kubur di dalam kuburnya. Akibatnya, semakin bertambah kedukaan sang ibu tersebut manakala bayangannya selama ini dilihatnya secara langsung sekali pun hanya dalam mimpi. Tetapi benarkah sang anak disiksa? Ternyata, ketika sang ibu memimpikan lagi anaknya di lain kesempatan, ia melihat anaknya dalam rupa dan kondisi yang sebaliknya dalam mimpi sebelumnya. Ia melihat anaknya saat itu diperlakukan dengan perlakuan yang sangat elok, yang berada dalam keadaan suka dan bahagia. Sehingga, ibunya pun terheran-heran dan bertanya pada sang anak, “Apa gerangan yang membuatmu bisa diperlakukan seperti ini, padahal dulu semasa engkau hidup engkau penuh dengan lumuran dosa?” Sang anak menjawab, “Wahai ibunda, di suatu ketika telah lewat di hadapanku sekelompok orang yang sedang mengusung jenazah yang hendak dikuburkan.

Mayat itu kukenal, dan ia semasa hidupnya ternyata lebih jahat daripada diriku. Kemudian aku ikut mengiringi pemakamanny, dan disana aku sempat menyaksikan makam-makam lainnya. Ketika itulah aku berpikir bahwa laki-laki sial itu sudah pasti ditimpa oleh huru-hara akhirat akibat perbuatan maksiatnya. Secara tidak sadar aku menangis dan membayangkan kalau diriku juga bakal ditimpa peristiwa yang mengerikan yang sama. Pada saat itulah aku menyesali segala kesalahan dan dosa yang telah kuperbuat, dan bertobat dengan sebenar-benarnya tobat di hadapan Ilahi.

Kemudian, aku membaca Al-quran dan shalawat Nabi SAW sebanyak sepuluh kali dan membacakan shalawat kesebelas kalinya dan pahalanya kuhadiahkan kepad ahli kubur yang naas tersebut, sehingga disitulah Allah SWT menunjukkan kemahapengampunanNya. Dia mengampuni dosa-dosaku. Jadi apa yang telah engkau lihat wahai ibunda, itulah nikmat yang telah diberikan Allah SWT atasku. Ketahuilah ibunda, bahwa shalawat atas Nabi SAW itu menjadi cahaya di dalam kuburku, menghapuskan dosa-dosaku dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang hidup maupun yang sudah meninggal.”

SEORANG MUSAFIR DAN AYAHNYA

Dalam kisah lain, juga diriwayatkan tentang seorang musafir bersama ayahnya. Sang musafir mengisahkan bahwa di suatu ketika di suatu negeri, ayahnya meninggal dunia sehingga wajah dan sekujur tubuhnya menjadi hitam dan perutnya membusung. Sang musafir lalu mengucapkan “La haula wala quwwata illa billahil aliyyil azhim (Tiada daya dan kekuatan kecuali Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung).

Ayah sang musafir tersebut mati dalam kedukaan, dan hal ini diumpamakan dengan kelakuan sang ayah ketika ia masih hidup. Pada saat itulah sang musafir merasakan beban teramat berat menimpanya karena mendapatkan ayahnya mati dalam kondisi seperti itu. Tetapi, ketika ia terlelap tertidur, ia bermimpi bahwa seorang laki-laki yang sangat tampan dan tubuhnya dipenuhi bulu halus datang kepada ayahnya dan menyapu wajah dan tubuh ayahnya tersebut dengan tangannya sehingga jasad sang ayah menjadi putih kembali, bahkan lebih bagus daripada bentuknya semula dan berseri-seri dengan cahaya.

Melihat perlakuan baik lelaki ini terhadap ayahnya sng musafir takjub dan kemudian bertanya, “Siapakah Anda, yang telah menyampaikan karunia Ilahi atas ayahku?” Laki-laki itu menjawab, “Aku adalah Rasulullah. Ayahmu termasuk dianatara orang-orang yang memperbanyak bershalawat atasku. Maka, tatkala ia berhasil melakukannya aku pun datang untuk membersihkannya.” Kemudian sang musafir merasa sangat berbahagia. Ia melihat pancaran dan cahaya keputihan itu ada pada ayahnya. Dia mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT mengangungkan dan menanamkanNya didalam hatinya serta bershalawat kepada Nabi SAW.

UNTA MENJADI SAKSI BAGI ORANG YANG DIFITNAH

Pada masa permulaan Islam, ada seorang muslim yang difitnah telah mencuri seekor unta. Pemfitnahnya mengajukan saksi-saksi palsu, yakni orang-orang munafik yang tidak segan untuk bersumpah palsu. Maka, orang yang seyogyanya tak bersalah itu diputus oleh hakim sebagai pencuri.

Menurut hukum Islam, seorang pencuri harus dihukum potong tangan. Lalu, orang mukmin yang malang ini pun berdoa, “Tuhanku, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Mereka telah memfitnahku. Aku tidak mencuri unta itu. Engkau Mahatahu, selamatkanlah aku dari kehinaan ini, karena aku telah bershalawat pada Nabi paling mulia. Engkau Mahakuasa, izinkanlah unta itu berbicara. Jadikanlah ia sebagai saksiku.” Setelah berdoa demikian, dia mendesah keras, dan rahmat Allah SWT pun meliputi dirinya. Tak sulit bagi Sang Mahaperkasa dan Mahakuasa untuk membuat unta tersebut dapat berbicara dengan bahasa manusia. Hewan ini berkata, “ Ya, Rasulullah, aku milik orang beriman ini. Orang-orang itu adalah saksi palsu dan si pemfitnah telah membuat tuduhan palsu terhadap orang mukmin sejati ini.” Lantas unta tersebut mendekati pemiliknya dengan sikap tunduk dan duduk didepannya.

Syahdan, terkuaklah kebohongan saksi-saksi palsu ini, mereka tak dapat berkutik dengan kesaksian unta itu dan merasa malu. Seiring dengan itu, tumbuhlah cahaya iman dalam hati orang-orang yang turut menyaksikan peristiwa menakjubkan ini. Nabi Muhammad SAW bertanaya, “Wahai orang mukmin, bagaimana engkau dapat memperoleh keajaiban itu?” Orang mukmin tadi menjawab, Ya Rasulullah, saya selalu bershalawat kepadamu sepuluh kali sebelum tidur.”
Nabi yang adil dan suci bersabda, “Karena shalawatmu kepadaku, Allah SWT bukan hanya menyelamatkanmu dari hukuman potong tangan di dunia ini, tetapi juga akan menyelamatkanmu dari siksa neraka di akhirat. Barangsiapa bershalawat kepadaku sepuluh kali pada sore hari dan sepuluh kali pada pagi hari, Allah SWT akan membangkitkannya bersama para nabi kesayangan dan kepercayaanNya dan wali-wali yang patuh, dan Dia akan melimpahkan berkah kepadanya sebagaimana berkah kepada nabiNya.

SUFYAN ATS-TSAURI DAN KISAH ANAK SI TUKANG RIBA

Sufyan ats-Tsauri menuturkan, “ Aku pergi haji. Manakala Tawaf di Ka’bah, aku melihat seoerang pemuda yang tak berdoa apapun selain hanya bershalawat kepada Nabi SAW. Baik ketika di Ka’bah, di Padang Arafah, di mudzdalifah dan Mina, atau ketika tawaf di Baytullah, doanya hanayalah shalawat kepada Baginda Nabi SAW.”
Saat kesempatan yang tepat datang, aku berkata kepadanya dengan hati-hati, “Sahabatku, ada doa khusus untuk setiap tempat. Jikalau engkau tidak mengetahuinya, perkenankanlah aku mengajarimu.” Namun, dia berkata, “Aku tahu semuanya. Izinkan aku menceritakan apa yang terjadi padaku agar engkau mengerti tindakanku yang aneh ini.”
“Aku berasal dari Khurasan. Ketika para jamaah haji mulai berangkat meninggalkan daerah kami, ayahku dan aku mengikuti mereka untuk menunaikan kewajiban agama kami. Naik turun gunung, lembah, dan gurun. Kami akhirnya memasuki kota Kufah. Disana ayahku jatuh sakit, dan pada tengah malam dia meninggal dunia.

Dan aku mengkafani jenazahnya. Agar tidak mengganggu jemaah lain, aku duduk menangis dalam batin dan memasrahkan segala urusan pada Allah SWT. Sejenak kemudian, aku merasa ingin sekali menatap wajah ayahku, yang meninggalkanku seorang diri di daerah asing itu. Akan tetapi, kala aku membuka kafan penutup wajahnya, aku melihat kepala ayahku berubah jadi kepala keledai. Terhenyak oleh pemandangan ini, aku tak tahu apa yang mesti kulakukan. Aku tidak dapat menceritakan hal ini pada orang lain. Sewaktu duduk merenung, aku seperti tertidur.

Lalu, pintu tenda kami terbuka, dan tampaklah sesosok orang bercadar. Seraya membuka penutup wajahnya, dia berkata, “Alangkah tampak sedih engkau! Ada apakah gerangan?” Aku pun berkata, “Tuan, yang menimpaku memang bukan sukacita. Tapi, aku tak boleh meratap supaya orang lain tak bersedih.”

Lalu orang asing itu mendekati jenazah ayahku, membuka kain kafannya, dan mengusap wajahnya. Aku berdiri dan melihat wajah ayahku lebih berseri-seri ketimbang wajah tuanya. Wajahnya bersinar seperti bulan purnama. Melihat keajaiban ini, aku mendekati orang itu dan bertanya, “Siapakah Anda, wahai kekasih kebaikan?” Dia menjawab, “Aku Muhammad al Musthafa” (semoga Allah melimpahkan kemuliaan dan kedamaian kepada Rasul pilihanNya). Mendengar perkataan ini, aku pun langsung berlutut di kakinya, menangis dan berkata, “Masya Allah, ada apa ini? Demi Allah, mohon engkau menjelaskannya ya Rasulullah.”

Kemudian dengan lembut beliau berkata, “ayahmu dulunya tukang riba. Baik di dunia ini maupun di akhirat nanti. Wajah mereka berubah menjadi wajah keledai, tetapi disini Allah Yang Mahaagung mengubah lagi wajah ayahmu. Ayahmu dulu mempunyai sifat dan kebiasaan yang baik. Setiap malam sebelum tidur, dia melafalkan shalawat seratus kali untukku. Saat diberitahu perihal nasib ayahmu, aku segera memohon izin Allah untuk memberinya syafaat karena shalawatnya kepadaku. Setelah diizinkan, aku datang dan menyelamatkan ayahmu dengan syafaatku.”

Sufyan menuturkan, “Anak muda itu berkata, “Sejak saat itulah aku bersumpah untuk tidak berdoa selain shalawat kepada Rasulullah, sebab aku tahu hanya shalawatlah yang dibutuhkan manusia di dunia dan di akhirat.”
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW telah bersabda bahwa, “Malaikat Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail Alaihumus Salam telah berkata kepadaku. Jibril As. berkata, “Wahai Rasulullah, siapa yang membaca shalawat atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan kubimbing tangannya dan akan ku bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar.”
Berkata pula Mikail As., “Mereka yang bershalawat atasmu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu.” Dan Israfil As. berkata pula, “Mereka yang bershalawat kepadamu, maka aku akan bersujud kepada Allah SWT dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah SWT mengampuni orang itu.”

Kemudian Malaikat Izrail As. pun berkata, ”Bagi mereka yang bershalawat atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi.”
Bagaimana kita tidak cinta kepada Rasulullah SAW? Sementara para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang bershalawat atas Rasulullah SAW. Dengan kisah yang dikemukakan ini, semoga kita tidak akan melepaskan peluang untuk selalu bershalawat kepada pemimpin kita, cahaya dan pemberi syafaat kita, Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah SWT, Rasul, dan para MalaikatNya.

Semoga shalawat, salam, serta berkah senantiasa tercurah ke hadirat Nabi kita, Rasul kita, cahaya kita, dan imam kita, Muhammad al Musthafa SAW beserta seluruh keluarga, keturunan, dan sahabat-sahabat beliau, dan seluruh kaum mukmin yang senantiasa untuk melazimkan bershalawat kepada beliau. Amin.

Disadur dari buku : Hikayat-Hikayat Spiritual Pencerahan Matahati “Nafas Cinta Ilahi”

Sumber : maulabasyaiban.blogspot.com

[+\-] Selengkapnya >>>>

12 Macam Manusia di Padang Mahsyar

Ketika di Padang Mahsyar, menurut hadits Rasulullah SAW yg di riwayatkan oleh Mu'adz bin Jabal, manusia di bagi dalam 12 kelompok"

Yang pertama, mereka yg di bangkitkan dalam bentuk tanpa tangan dan kaki. Mereka adalah orang yg suka menyakiti tetangganya ketik di dunia dan mati sebelum bertaubat.

Kedua, mereka yg bangkit dalam bentuk wajahnya berubah menjadi wajah babi. mereka adalah orang - orang yg meremehkan sholat.

Ketiga, mereka yang di bangkitkan dalam bentuk mulutnya mengeluakan api. Mereka adalah orang yg sering curang dalam berdagang.


Keempat, mereka yg di bangkitkan dalam bentuk perutnya buncit. Mereka adalah orang2 yang enggan membayar zakat.

Kelima, mereka yg di bangkitkan dalam bentuk bau badannya lebih busuk dari pada bau bangkai. Mereka adalah orang yg suka menyembunyikan kemaksiatan dengan samardi hadapan manusia dan tidak takut Allah swt.

Keenam, mereka yg di bangkitkan dalam bentuk lehernya terputus dari belakang. Mereka adalah orang - orangyg menjadi saksi palsu.

Ketujuh, mereka yg di bangkitkan dalambentuk muka tanpa lidah dan dari mulutnya mengalir darah dan nanah. mereka adalah orang yg membnela siapa yg yg membayar meski jelas - jelas salah.

Kedelapan, mereka yg di bangkitkan dalam bnetuk kaki di ats dan kepala di bawah, dan dari kelaminnya mengalir nanah yg kental. Mereka adalah orang - orang yg suka berzina.

kesembilan, mereka yg di bangkitkan dengan badan hitam pekat, matanya melotot, dan perutnya penuh api. Mereka adalah orang yg suka memakan hartq anak yatim.

Kesepuluh, mereka yg di bangkitkan berbadan penu kudis dan belang - belang. Mereka telah durhaka kepada orang tua.

Kesebelas, mereka yg di bangkitkan dengan bibir ndower dan lidah menjulur sampai ke perut, dari mulutnya terus ke luar kotoran. Mereka ini dulunya peminum minuman keras.

Keduabelas, mereka ygdi bangkitkan dalam badan dan wajah seperti bulan purnama. Mereka melewati Shiratal Mustaqim bagaikan kilat. merekalah orang - orang yg suka berbuat kebajikan, mencegah kemaksiatan, memeihara shalat lima waktu dengan berjamaah, dan mati dalam ke adaan bertaubat.

[+\-] Selengkapnya >>>>

25 Juni 2010

Untuk Seseorang


Engkaulah Getar Pertama
Yang Meruntuhkan Gerbang Tak Berujungku
Mengenal Hidup

Engkaulah Tetes Embun Pertama
Yang Menyesatkan Dahagaku Dalam
Cinta Tak Bermuara

Engkaulah Matahari Firdausku
Yang Menyinari Kata Pertamaku
Di Cakrawala Aksara

Kau Hadir Dengan Kesederhanaan
Sederhana Dalam Ketidakmengertian
Gerakmu Tiada Pasti
Namun Aku Disini
Mencintaimu
Dan Sayang Padamu “ My SweeT HearT “

[+\-] Selengkapnya >>>>

Wanita dan Laki-Laki Secara Islam



"Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah
ini:"

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding
lelaki.

2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah
tetapi tidak sebaliknya.

3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.

4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.

5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.


6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat
pada isterinya.

7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.

8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan
nifas yang tak ada pada lelaki.

Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi
untuk "MEMERDEKAKAN WANITA".

Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?

1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan
ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak
akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang
wanita.

2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat
kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?

3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi
tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu
diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima
warisan,ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan
anak-anak.

4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak,tetapi
tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat
dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati
karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.

5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan
terhadap 4 wanita, yaitu : isterinya , ibunya, anak perempuannya dan
saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab
terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya,
ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga
yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja,
yaitu :sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada
suaminya dan menjaga kehormatannya.

7. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita
jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggungjawabnya kepada
ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala
orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita...

Ingat firman Nya, bahwa mereka tidak akan berhenti melakukan segala
upaya, sampai kita ikut / tunduk kepada cara-cara / peraturan
buatan mereka. (emansipasi ala western)

Yakinlah, bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan
kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia, sehingga
segala hukumnya / peraturannya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia
dibandingkan dengan segala peraturan/hukum buatan manusia.

Jagalah isterimu karena dia perhiasan, pakaian dan ladangmu,
sebagaimana Rasulullah pernah mengajarkan agar kita (kaum lelaki)
berbuat baik selalu terhadap isterimu.

Adalah sabda Rasulullah bahwa ketika kita memiliki dua atau lebih
anak perempuan, mampu menjaga dan mengantarkannya menjadi muslimah
yang baik, maka surga adalah jaminannya. (untuk anak laki2 berlaku
kaidah yang berbeda).

Berbahagialah wahai para muslimah. Jangan risau hanya untuk
apresiasi absurd dan semu di dunia ini. Tunaikan dan tegakkan
kewajiban agamamu, niscaya surga menantimu.

[+\-] Selengkapnya >>>>

19 Juni 2010

Indonesia Lebih KeBaratan Dari Barat

Lucu juga, mentertawakan diri sendiri yg sangat inferiority complex..
Pernahkah ketika anda masih SMA pergi ke Club atau Diskotik?.. saya pernah! dan bangga banget!
Pernah ke New York City?.. my city! tapi bete ama bouncer-nya gak boleh masuk gara-gara umur waktu itu masih 20 lebih 9 bulan! Damn, I Love Indonesia, lebih bebas!

Sapa bilang Amerika negara bebas??? Pernahkan anda melihat (atau merasakan sendiri) sekelompok anak muda minum bir?... wah bukan pemandangan aneh di parkiran Circle K Bandung! every single store! Tau Texas?.. Tau! Kota yang ngga boleh minum alkohol sembarangan kan? mending di Bandung, atau di Jakarta, mau mabok sambil nyetir juga boleh!

Pernahkah anda membeli majalah yang porno, setengah porno -apapun sebutannya- yang covernya adalah wanita berbikini dengan headline 7 Trik Liar Di atas Ranjang?
Kupu Kupu Malam Kota Solo dan majalah yang setiap edisinya tidak pernah luput dari kata Mr. Happy? ...

Ngga tuh (Boong!! Liat ada apa di bawah kasur? yang diumpetin di lemari? Bagasi mobil belakang)..
Di mana anda beli majalah Playboy? atau majalah sejenis itu?.. sebelum ke kantor di tukang koran, dan bangga banget punya playboy karena ngga usah subscribe kaya di Amerika, aneh padahal negara USA produsen-nya kok mereka ribet banget sih, harus liatin ID segala kalo mau beli.

di Indonesia di emperan juga ada, di mana aja yang penting hati bangga! Siapa yang bangga ada majalah Playboy Indonesia? Siapa yang bangga dengan Cosmopolitan Indonesia? .. Ya orang Indonesia, mereka bangga! Playboy pertama di Asia Tenggara!! (tapi kok di Malaysia malah ngga ada, malahan di Singapore majalah sekelas Cosmopolitan aja dibredel? mereka bodo banget deh, di Indonesia bebas)

Kita seneng deh mengadopsi semua hal dari luar negeri!
Siapa yang suka nonton plagiatnya Saturday Night Live?... Gila lucu banget ya? Lucu mana dengan Indonesia yang suka niru?

Siapa yang BENCI Amerika???... KITAAA ORANG INDONESIA BENCI banget Amerika, makanya kita memilih dan senengggg banget minum Pepsi, Beli MC.D, Pake HaPe Motorola, Nonton film Hollywood, Beli I-Pod, Ngopi di Starbucks, Nonton Desperate Housewives, Ikutan Test TOEFL ..

Siapa benci Eropa? dan hal yang kebarat-baratan? ...
Kita deh sebagai Orang Indonesia BENCI EROPA, makanya kita belanja di Mall yang gaya eropa banget, Belanja baju di Mango, Makan Steak, Melakukan free sex biar kaya James Bond.

kita juga sebel banget dengan hal yang kebarat-baratan apalagi EROPA, makanya kita pake handphone Nokia dan mobil BMW ..

Mau ngga jadi tuan rumah Miss Universe?... DI INDONESIA??? KAPAN??? SERU BANGET TUH!!! aduh banyak cewek kece pake bikini. Udah malem finalnya di Indonesia aja, daripada di amerika kan udah ditolak, di Puerto Rico kan kemaren males jadi tuan rumah, lagian bukannya sekarang Tuan Rumah Miss Universe sedang dilempar ke negara miskin dan dunia ketiga karena dianggap basi ama Amerikanya sendiri??

Indonesia sih pasti seneng banget dan bangga banget jadi buangan tuan rumah Miss Universe!
Pilih masuk AFI atau jadi juara Olimpiade Fisika? ...
AFI dong, kondang bo! kalau bisa semua masuk reality show!

Olimpiade Fisika ngapain? paling direkrut ama Singapore atau Jerman, duh pendidikan itu ngga penting di Indonesia .. yang penting outlook, mudah membual, nepotisme.. kalau mau terlihat berpendidikan berlagak sok pinter aja.. asal lo bisa bual tentang playboy, RUU APP, meski belum tentu bener, yang penting ngomong!

Suka Infotainment? ... duuh kita sebagai orang Indonesia tuh seneng banget gila kalau ngomongin orang yang jelek-jeleknya.. Kita selalu haus dengan terbukanya Aib, daripada kaya Singapore yang malah bangga dengan National Geographic? apa gunanya?

Kalau E! chanel suka?.. duh cable masih jarang sih di Indonesia,di Pedesaan belom masuk.. jadi kita ngga tau.. lagian acaranya ngga mutu ya ngomongin artis dari sisi glamour dan kreatifnya doang, kurang ngomongin aib!

Cinta Produk Indonesia?.. duh Soeharto banget sih jamannya ACI, gihke malaysia aja yang produk lokalnya lebih kepake dari pada Pierre Cardin, Hugo Boss, Esprit, U2 ..

kita lebih suka negara kita "terjajah" dan dibanjiri produk asing ..emang kita Jepang yang produktif? lebih hebat kita dong, Indonesia yang selalu konsumtif tanpa jadi produktif, ampe minyak aja impor .. kita negara terkaya di dunia!

Bisa menari atau menyanyi khas Indonesia?..bisa, aku bisa break dance dan ngerap pake bahasa Indonesia Apa itu Indonesia?.. Jawa minus Jawa Barat selebihnya negara tetangga, presiden jawa, menteri jawa, pejabat militer jawa, yang bukan orang Indonesia ngga boleh jadi presiden.

Jakarta itu apa?.. Ibu Kota, pusat ekonomi, pusat bisnis, pusat pemerintahan, pusat industri, pusat belanja, pusat hiburan, semua terpusat disini deh, ada Taman Mini Indonesia juga makanya untuk apa peduli ama Indonesia yang luas? yang mini-mini aja dulu ..

Tau fungsi dari New York City, Washington D.C, Los Angeles (Hollywood), Nebraska, Texas di Amerika? ..
aduh maaf pengetahuan kita terbatas, emang apaan sih? lagian kita tuh benci banget Amerika meski kita baca Playboy (dijawab dengan muka malu).

Dimana letak Bali?.. deket Indonesia
Apa arti Bhineka Tunggal Ika? .. biar beda dipaksa satu! tidak ada perbedaan yang ada penyatuan, negara hebat kan bisa mempersatukan yang beda ??

WOW Ada apa di program TV Indonesia selain beritanya?.. ada acara yang semua acaranya bisa didapet di TV-TV lain, pokoknya sejenis semua, ya Bhineka Tunggal Ika tadi.. kita kan lebih peduli rating (ssst! jangan bilang-bilang orang ya, tapi kita selalu punya pembenaran yang bisa bikin orang percaya kok)..

Makanya orang Indonesia pinter-pinter kan? bisa menjadi negara yang melesat padahal ngga punya landasan .. Siapa sih yang bisa jadi Puteri Indonesia?.. Itu loh yang bisa bilang negara Indonesia memiliki keanekaragaman budaya! pinter banget kan dia jawab kaya gitu? dia berpikir keras bahwa cuma Indonesia yang punya keanekaragaman budaya.. negara lain emang ada?

eh .. atau si Puteri belum pernah ke baca buku? dia hobby dandan sih! atau si Puteri belum pernah ke keluar negeri ya? nah makanya dia disebut Puteri Indonesia yang Indonesia banget!

[+\-] Selengkapnya >>>>

16 Juni 2010

Wasiat Imam Sufian At-Tsauri

1. Bekerjalah untuk dunia sekadar kekalnya engkau dalamnya dan beramallah untuk akhirat dengan kadar kekalnya engkau dalamnya.

2. Memuji Allah merupakan zikir dan ucapan kesyukuran dan tiada suatu zikir dan ucapan kesyukuran selainnya

3. Telah dikatakan : akan datang kepada manusia suatu masa yang mana mati hatinya dan hanya tubuh saja yang hidup

4. Manusia merasa redha dengan tujuan ibadah yang dia tidak dapat mencapainya walaupun mampu dan mengejar dunia yang mana tujuannya tidak dapat dicapai.

5. Zuhudlah hidup di dunia dan tidurlah (jangan hiraukan kemajuan dunia).

6. Berhati-hatilah dengan kecintaan kepada kedudukan, maka sesungguhnya zuhud pada mengejar kedudukan merupakan zuhud yang paling payah di dunia

7. Tidak menyuruh seorang pemerintah dengan kebaikan melainkan dia merupakan seorang lelaki yang alim dengan apa yang disuruh dan alim dengan apa yang ditegah, mengawasi segala apa yang disuruh, mengawasi apa yang ditegah serta adil pada apa yang disurh dan adil pada apa yang dilarang

8. Aku menuntut ilmu yang mana aku tidak mempunyai apa-apa niat sebelumnya dan kemudiannya Allah menganugerahkan kepadaku niat.

9. Apabila engkau melihat seseorang lelaki melakukan perbuatan yang mana telah menyalahi padanya dan engkau akan melihat orang lain serta engkau bukannya cuba menegahnya

10. Bukanlah dikatakan menuntut ilmu itu hanya belajar dari pulan daripada pulan yang lain tetapi ilmu itu merupakan apa yang menimbulkan perasaan takut kepada Allah

11. Fitnah dalam percakapan adalah lebih bahaya daripada fitnah ahli keluarga dan harta serta anak-anak. Bagaimana engkau tidak menggeruninya.

12. Telah berkata Basyar bin al-Harith : telah ditanya Sufian ath-Thauri : Adakah boleh berlaku seorang lelaki yang zuhud sedangkan dia mempunyai harta?
Jawab beliau : Ya! jika dia ditimpa bala dia bersabar dan apabila dia dikurniakan harta dia bersyukur

13. Apabila seseorang hamba itu zuhud di dunia maka Allah akan menganugerahkan hikmat dalam hatinya, melancarkan lidahnya, menampakkannya keburukan dunia dan penyakit dunia serta ubatnya.

14. Engkau mesti bersifat zuhud supaya Allah menampakkan kepada engkau keburukan dunia.Engkau mestilah bersifat warak agar Allah memudahkan kepada engkau ketika hisab. Tinggallah apa yang meraguimu kepada apa yang tidak meraguimu. Hilangkanlah perasaan syak dengan keyakinan agar ia menyelamatkan agama engkau.

15. Zuhud di dunia adalah zuhud pada manusia dan awal zuhud pada manusia itu terhasil apabila engkau zuhud pada dirimu sendiri.

16. Hiasilah ilmu itu dengan dirimu dan jangan hiasi dirimu dengan ilmu.

17. Amalan yang buruk itu adalah penyakit dan ulama' itu merupakan obatnya. Jika ulama' rusak maka siapa lagi yang mampu mengobati penyakit itu?

18. Orang alim itu merupakan doktor agama dan wang itu merupakan penyakit agama. Apabila doktor sendiri dijangkiti penyakit maka bilakah dia mampu merawat orang lain?

19. Sesungguhnya menuntut ilmu itu adalah bertujuan untuk taqawa kepada Allah. Maka untuk itulah ilmu mempunyai kelebihan. Jika tidak terhasil maka ilmu itu adalah sebagaimana perkara yang lain.

20. Adalah dikatakan : Permulaan ilmu adalah diam, Kedua : Mendengar serta Menghafaznya, Ketiga : Beramal dengannya, Keempat : Menyebar dan mengajarnya.

21. Tidak terhenti menuntut ilmu itu selagimana ada orang yang mengajar kita.

22. Tiada amalan selepas amalan fardhu yang lebih baik daripada menuntut ilmu.

23. Umpama orang alim itu seperti doktor yang mana dia tidak meletakkan ubat melainkan pada tempat sakit.

24. Apabila adanya sahabat engkau datang menziarahi engkau maka jangan kamu bertanya kepadanya : Adakah engaku sudah makan? atau : Bolehkah aku menyediakan untuk engkau makanan?. Tetapi hendaklah engkau menghidangkan makanan walaupun dia akan makan atau jika tidak maka angkatlah makanan itu.

25. Ambillah dunia untuk badan engkau dan ambillah akhirat untuk hati engkau.

26. Apabila engkau mengenali dirimu maka tidak akan memberi kesan apa yang ditohmah kepadamu.

27. Sebaik-baik dunia engkau selagimana tidak memberi mudharat kepadamu dan sebaik-baik apa yang dibalakan ke atasmu adalah apa yang terkeluar daripada apa yang ada pada tanganmu(milikmu).

[+\-] Selengkapnya >>>>

8 Juni 2010

Freedom Of Speech ???? !!



Subhanallah........

Sumber : brotherhoodarts.com

[+\-] Selengkapnya >>>>