3 Januari 2011

Ketika Para Gadis Muslimah Belajar Dari Kisah Pernikahan Cinderella








Ilustrasi

“Rapunzel....lay down your hair...” Ibu tiri Rapunzel memanggil sang putri raja cantik jelita yang dalam kisah film kartun Rapunzel, digambarkan sebagai toko film kartun yang digambarkan berwajah cantik jelita, memiliki tubuh dan wajah yang mempesona serta bergelar putri raja, begitu memukau penonton yang kebanyakan anak-anak perempuan berbagai umur, baik dewasa remaja maupun anak-anak.

Tokoh-tokoh film kartun yang digemari anak-anak perempuan dari dulu hingga sekarang selalu menggambarkan wanita cantik yang lemah gemulai, lembut dan rupawan, cerdas dan cantik, yang menemukan cinta sejati, satu-satunya pria gagah yang menolong sang putri dari kutukan ataupun nasib buruk lainnya dengan mencium lembut bibir sang putri yang digambarkan sebagian awalan dari cinta kasih yang suci dan sejati.



Padahal ciuman pertama yang diperoleh sang putri dari bibir pemuda yang baru dikenalnya jelas adalah bentuk perzinahan karena dilakukan dengan orang lain yang bukan muhrimnya. Namun di dalam kisah film anak-anak, hal tersebut digambarkan sebagai cinta sejati.

Kisah romantika percintaan kaum putri dengan pangeran yang paling terkenal adalah kisah Cinderella yang kehilangan sepatu kaca dan akhirnya menemukan seorang pangeran yang tampan rupawan yang menikahinya dan akhir ceritanya ditutup dengan berdansa dan perkawinan yang bahagia selamanya. Kisah cinta tersebut kemudian dikembangkan dan ditutup dengan akhiran yang menggambarkan pernikahan yang diselenggarakan antara sang putri dengan penolongnya yang akhirnya kisah selesai dengan akhiran happily ever after, akhirnya mereka menikah dan hidup bahagia selamanya.

Gambaran tokoh film kartun Cinderella, Snow White, Rapunzel dan film-film kartun lainnya sungguh sangat meninabobokan kaum wanita yang telah diprogram sejak anak-anak remaja kita dan anak-anak gadis kita masih kecil. Hal yabg digambarkan adalah sebuah kisah percintaan yang sangat romantis dimana sang putri adalah pihak yang lemah yang menunggu datangnya seorang pangeran yang menyuguhkan cinta sejati, dan hidup bahagia selamanya.

Kaum wanita dari kecil dininabobokan kisah percintaan seperti itu, sehingga persiapan bagi para anak gadis kurang dipersiapkan dikalangan umat islam. Seharusnya kita mampu membuat film yang menyuguhkan kisah pernikahan dan walimahan seorang gadis yang digambarkan akan memperoleh lelaki yang baik bila dari kecil mereka taat pada Allah, mampu menjaga dirinya dan menjadi pribadi gadis yang solehah yang pada akhirnya hanya lelaki soleh saja yang mampu untuk menyuntingnya. Dan perjuangan sang gadis dalam memperoleh pangeran hatinya berupa lelaki yang soleh itu, digambarkan dengan ketekunannnya menjaga solat malam, menjaga dirinya dan menjaga serta memperbanyak amalan soleh.

Fenomena yang ada sekarang sangat banyak, anak gadis kita yang dilalaikan dengan kisah-kisah romansa percintaan yahudi, sehingga pada umumnya banyak anak gadis kita yang memuliakan sebuah resepsi pernikahan dengan romansa percintaan picisan yang dikemas dengan nama kisah Cinderela, Rapunzel maupun Snow White yang kemudian berkembang dengan kisah-kisah percintaan di sinetron, dan terakhir romansa percintaan film-film korea yang sangat digandrungi anak gadis jaman sekarang.

Wahai, dimanakah kisah sohabiyah yang mampu menggandeng dan membentuk kisah-kisah percintaan yang islami sehingga gadis-gadis kaum muslimah memiliki contoh bagaimana pernikahan yang akan dilaluinya nanti dilakukan secara islami, tidak hanya sekedar happily ever after (hidup bahagia selamanya), yang penuh khayal dan membuat sang gadis tidak siap dan sangat terkejut ketika menemukan kenyataan yang sesungguhnya dalam kehidupan berumah tangga.

Sumber : Eramuslim.com

[+\-] Selengkapnya >>>>

Ketika Akhwat Naik Ojeg





Ilustrasi

Demam ojeg melanda, seiring perkembangan permotoran Indonesia yang lagi booming. Sudah tentu booming motor ini terlahir dari lingkaran tak berujung di antara titik-titik korupsi kecil-kecilan (kecil-kecilan atau besar?), jalan yang bolong-bolong, aturan lalu lintas yang diitegakkan hangat-hangat tahi ayam (misal lagi musim safety belt, polisi sibuk menilang yang gak pake sabuk yang gak pake helm dicuekin, kalo lagi musim helm polisi sibuk nilang para pengendara motor, yang gak pake sabuk dicuekin, jadi esensi penegakkan aturan lalu lintas kita adalah duit!), dan cara mengkredit motor yang asoy, hingga motor laku bak gorengan di musim penghujan, laris manis.


Sampe-sampe tukang delman langganan saya, pak Alan, bilang "Jaman ayeuna mah neng gampil pisan meser motor teh. barudak teh mun tos gaduh opat ratus (rebu) tos tiasa kenging motor enggal, ojegkeun weh, tah mun artosna tos seep keun wae antepkeun cicilan teu kedah dibayar ngantosan dijabel we. Engke mun tos gaduh artos deui, nyandak deui cicilan motor nu enggal, anggo we motorna nepikeun ka dijabel deui..." (halah...)

***

Demam ojeg telah melindas penghasilan kecil tukang delman langganan saya, dibanding delman, ojeg lebih murah, lebih gesit, dan lebih gampang nyarinya, karena sekarang pangkalan ojeg tumbuh subur di mana-mana.

Demam ojeg juga telah melindas para sopir angkot. Karena kalo dulu persaingannya hanya sebatas sesama angkot, sekarang kompetitornya bertambah dengan hadirnya ojeg-ojeg yang bisa nangkring di mana saja.

Dan diam-diam ternyata demam ojeg juga turut merambah dunia da'wah. Karena ternyata tak sedikit aktvis da'wah, kader da'wah akhwat juga turut menjadi pelanggan setia ojeg. Dengan alasan efisiensi, darurat, atau gak ada angkot. Kini kita melihat ada akhwat yang tak segan-segan naik ojeg datang ke tempat ngaji.

Saya sering bertanya-tanya sendiri, memang sebenarnya sedarurat apakah kondisi yang membolehkan akhwat naik ojeg? Apakah karena khawatir telat datang liqa'/ta'lim maka itu termasuk kondisi darurat yang mengondisikan ojeg is fine ?

Pernah juga seorang ummahat ketemu saya, beliau sedang naik ojeg, lalu ketika bertemu saya, beliau berpesan dengan kemalu-maluan, "teh jangan bilang-bilang ya kalo saya tadi naik ojeg, karena suami saya orangnya pencemburu," dalam hati saya, "kalo udah tau suaminya gak akan ridha, kenapa dia naik ojeg?"

Saya merasa aneh juga dengan diri saya sendiiri, karena bukan sekali-dua saya melihat akhwat/ummahat naik ojek, saya jadi 'cemas', jangan-jangan saya yang ketinggalan zaman nih, sekarang makin banyak aja akhwat/ummahat yang ngojek tapi ayem-ayem aja, kenapa saya yang cuma liat aja merasa gak enak ya? jangan-jangan cuma saya yang gak enak, jangan-jangan emang sekarang, sebenarnya tanpa saya sadari, keadaan sudah darurat, datang ta'lim, liqa, dll adalah manhaj darurat sehingga saya udah ketinggalan manhaj!

Heran juga saya, di sebuah SDIT, seorang ibu gurunya datang dengan dibonceng ojeg, tidak habis pikir juga saya, bagaimana sang ibu guru menjelaskan konsep hijab pada anak-anak yang seharusnya dikenalkan pada anak-anak. Bukankah hikmah terbaik disampaikan dengan teladan? Alangkah bijak jika anak melihat bu gurunya mengusahakan dirinya dalam menjaga hijab atau jangan-jangan ini pandangan saya aja yang masih kolot.

Pernah juga iseng saya bertanya pada suami, "bi, kalo abi liat ummi naik ojeg gimana?", saya menanti jawaban dengan harap cemas, jawaban suami saya singkat, "janganlah!" Alhamdulillah, sesuai benar dengan hati saya, karena saya memang tak ingin suami saya membolehkan begitu saja istrinya ini dibonceng laki-laki lain (tukang ojek) kalo enggak 'darurat-darurat banget'.

Jadi ternyata demam ojeg juga sudah melindas kitakah ?

Husnudzhan saya, mungkin ketika saya melihat akhwat naik ojek, beliau sedang dalam kondisi amat darurat dan semoga kondisi darurat ini enggak sering melanda kita, apalagi jadi langganan (langganan darurat).

wallahu a'lam bish shawwab.

Semoga saya tidak berada pada kondisi darurat yang mengharuskan ngojek.

Sumber : Eramuslim.com

Penulis: Ike Trilitadewi, e-mail ike.trilitadewi@ymal.com
Blog: IkeTrilitadewi.multiply.com

[+\-] Selengkapnya >>>>

Dan Dia Bersama Kamu di Mana Saja Kamu Berada





Ilustrasi

Seorang teman dari Indonesia mengeluhkan betapa susahnya untuk menjaga semangat beribadah di Lima, Peru. Keluhannya dilatarbelakangi oleh kekesalan yang ia rasakan ketika harus meninggalkan shalat Jum’at karena ia tidak punya banyak waktu untuk pergi melaksanakan shalat Jum’at. Islamic Center di Magdalena, satu-satunya pusat ibadah berjamaah muslim yang tinggal di Lima, terletak jauh dari tempat kerjanya.

Ketika mendengar keluhannya, aku bereaksi dengan mengangguk tanda setuju. Memang perlu semangat yang ekstra untuk tetap istiqamah melaksanakan ibadah dan menjaga diri di suatu negara yang mayoritasnya bukan muslim. Aku pun mengalaminya. Rutinitas kerja kadang membutakan mata hati untuk menjaga ibadah. Di Lima, tidak ada suara azan yang mengingatkan untuk shalat. Selain suara azan dari aplikasi Islamic Finder di komputer, diri kita sendirilah yang harus diatur sebagai alarm untuk mengingatkan diri untuk shalat.


Belum lagi cobaan yang berasal dari lingkungan sekitar. Contohnya adalah pergaulan lawan-jenis yang mengharuskan cium pipi sebagai tanda keakraban. Aku harus menjelaskan mengapa aku menolak untuk dicium pipi oleh yang bukan muhrim. Setiap kali aku menolak, ada tanda pertanyaan di wajah-wajah teman Peruku. ‘Soy musulmana’ (Aku seorang Muslim/ah), jelasku singkat, ketika harus menjelaskan kenapa aku menolak tanda keakraban mereka.

‘Soy musulmana’ adalah deklarasi yang perlu dijiwai dimanapun kita berada. Ucapan syahadat yang kita hapal bukan kalimat tanpa arti tanpa tanggung jawab. Butuh upaya untuk terus menjiwai deklarasi itu dan terus mengingat bahwa Allah menyaksikan kita dimanapun kita berada.

Dan Dia Bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan (Al Hadid, 4-5). Ayat ini sering terlupakan sehingga kadang kita lepas kendali. Akibatnya, sering kita menduakan perintahNya dengan godaan duniawi.

Perasaan terus diawasi oleh Allah merupakan suatu sikap yang harus dijaga. Selayaknya kita mencontoh cerita seorang penggembala cilik di era pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab r.a. Ketika Umar bin Khattab r.a menawari untuk membeli salah satu domba gembalaannya tanpa sepengetahuan si pemilik domba, sang penggembala cilik tersebut menjawab "Memang majikan saya tidak dapat melihat perbuatan itu, tetapi ada yang dapat melihatnya yaitu Allah dan saya takut kepada Allah”.

Selayaknya dimanapun kita berada, kita mengingat bahwa Allah bersama kita dan melihat perbuatan kita. Terdapat pilihan untuk terus merasa di bawah pengawasanNya sehingga kita bersemangat untuk terus istiqamah atau melupakanNya dan menganggap perintahNya sebagai angin lalu. Semoga kita termasuk orang yang memilih pilihan yang pertama.

Oleh Ika Yuniar

Sumber : Eramuslim.com

[+\-] Selengkapnya >>>>

Rahasia Wanita


Wanita ..... ! (^_^)

Catatan ini bukan untuk merendahkan wanita, hanya sekedar ingin berbagi dengan sesama ihwan yang ingin mengetahui rahasia-rahasia wanita yang mungkin tidak semuanya benar.
Mohon maaf bila ada yang sakit hati atau tersinggung.

1. Bila seorang wanita mengatakan dia sedang bersedih,tetapi dia tidak
meneteskan airmata,itu berarti dia sedang menangis di dalam hatinya.

2. Bila dia tidak menghiraukan kamu setelah kamu menyakiti hatinya,lebih
baik kamu beri dia waktu untuk menenangkan hatinya sebelum kamu
menegur dengan ucapan maaf.


3. Wanita sulit untuk mencari sesuatu yang dia benci tentang orang yang
paling dia sayang(karena itu banyak wanita yang patah hati bila
hubungannya putus di tengah jalan).

4. Jika sorang wanita jatuh cinta dengan seorang lelaki,lelaki itu akan
sentiasa ada di pikirannya walaupun ketika dia sedang dengan lelaki
lain.

5. Bila lelaki yang dia cintai merenung tajam ke dalam matanya,dia akan
cair seperti coklat!!

6. Wanita memang menyukai pujian tetapi selalu tidak tahu cara menerima
pujian.

7. Jika kamu tidak suka dengan gadis yang menyukai kamu setengah
mati,tolak cintanya dengan lembut,jangan kasar karena ada satu
semangat dalam diri wanita yang kamu tak akan tahu bila dia telah
membuat keputusan,dia akan melakukan apa saja.

8. Jika seorang gadis sedang menjauhkan diri darimu setelah kamu tolak
cintanya,biarkan dia untuk seketika.Jika kamu masih ingin menganggap
dia seorang kawan,cobalah tegur dia perlahan-lahan.

9. Wanita suka meluahkan apa yang mereka rasa.Musik,puisi,lukisan dan
tulisan adalah cara termudah mereka meluahkan isi hati mereka.

10.Jangan sesekali beritahu kepada perempuan tentang apa yang
membuat mereka langsung merasa tak berguna.

11.Bersikap terlalu serius bisa mematikan mood wanita.

12.Bila pertama kali lelaki yang dicintainya sedang diam memberikan
respon positif,misalnya menghubunginya melalui telepon,si gadis akan
bersikap acuh tak acuh seolah-olah tidak berminat,tetapi sebenarnya dia
akan berteriak senang dan tak sampai sepuluh minit,semua temantemannya
akan tahu berita tersebut.

13.Sebuah senyuman memberi seribu arti bagi wanita.Jadi jangan senyum
sembarangan kepada wanita.

14.Jika kamu menyukai sorang wanita, mulailah dengan
persahabatan.Kemudian biarkan dia mengenalmu lebih dalam.

15.Jika sorang wanita memberi seribu satu alasan setiap kali kamu ajak
keluar,tinggalkan dia karena dia memang tak berminat denganmu.

16.Tetapi jika dalam waktu yang sama dia menghubungimu atau
menunggu panggilan darimu,teruskan usahamu untuk memikatnya.

17.Jangan sesekali menebak apa yang dirasakannya.Tanya dia sendiri!!

18.Setelah sorang gadis jatuh cinta,dia akan sering bertanya-tanya
mengapa aku tak bertemu lelaki ini lebih awal.

19.Kalau kamu masih mencari-cari cara yang paling romantis untuk
memikat hati sorang gadis,bacalah buku-buku cinta.

20.Bila setiap kali melihat foto bersama,yang pertama dicari oleh wanita
ialah siapa yang berdiri di sebelah buah hatinya,kemudian barulah
dirinya sendiri.

21.Mantan pacarnya akan selalu ada di pikirannya tetapi lelaki yang
dicintainya sekarang akan berada di tempat teristimewa di hatinya!!

22.Satu ucapan 'Hi' saja sudah cukup menceriakan harinya.

23.Teman baiknya saja yang tahu apa yang sedang dia rasa dan lalui.

24.Wanita paling benci lelaki yang berbaik-baik dengan mereka sematamata
untuk menggaet kawan mereka yang paling cantik.

25.Cinta berarti kesetiaan, jujur dan kebahagiaan tanpa syarat.

26.Semua wanita menginginkan seorang lelaki yang dicintainya dengan
sepenuh hati..

27.Senjata wanita adalah airmata!!

28.Wanita suka jika sesekali orang yang disayanginya memberi surprise
buatnya(hadiah,bunga atau sekadar kata-kata romantis).Mereka akan
terharu dan merasakan bahwa dirinya dicintai setulus hati.Dengan ini dia
tak akan ragu-ragu terhadapmu.

29.Wanita mudah jatuh hati pada lelaki yang perhatian padanya dan baik
terhadapnya.So,kalau mau memikat wanita pandai-pandailah..

30. Sebenarnya mudah mengambil hati wanita kerena apa yang dia mau
hanyalah perasaan dicintai dan disayangi sepenuh jiwa.


Sumber:
http://priaidamanwanita.blogspot.com
http://primasutra.blogspot.com
http://panah-asmara.blogspot.com

[+\-] Selengkapnya >>>>